7 Tip Menulis ala Stephen King

Kamu pasti kenal Stephen King kan? Yups, dia barangkali adalah satu-satunya penulis paling produktif dan sukses secara komersial di 50 tahun terakhir.

Dia sudah menulis lebih dari 70 buku horor, fiksi ilmiah, dan fantasi, dengan total penjualan buku di angka 300 hingga 350 juta eksemplar di seluruh dunia.

Wow!

So, berikut ini adalah 7 strategi menulis ala Stephen King yang mungkin harus kamu lakukan mulai hari ini, kalau kamu mau sesukses dia.

1. Jujur

Stephen King berpesan, bahwa ketika akan menulis, maka tanyakanlah pada dirimu sendiri, apa sebenarnya yang ingin kamu tulis?

Jawablah dengan jujur. Tulislah mengenai sesuatu yang kamu suka, yang menginspirasimu, yang unik, lalu padukan dengan pengalaman pribadimu. Bisa saja berupa persahabatan, pekerjaan, cinta hingga ke masalah seksual.

Setiap penulis adalah unik, maka seharusnya tulisan jujur yang berasal dari diri si penulis pastilah juga unik.

2. Pergunakan diksi yang simpel

Menurut Stephen King, salah satu kesalahan terbesar para penulis adalah sibuk mencari kosakata yang berbunga-bunga dalam kalimat-kalimat yang panjang.

Hal ini terjadi karena kalimat yang pendek dan simpel itu mereka pandang nggak keren. Nggak “nyastra”.

Padahal bukan kita sendiri yang akan membaca tulisan kita tersebut kan? Ada banyak orang lain yang akan membacanya.

Penting untuk kamu ingat, bahwa nggak semua orang bisa mencerna kata-kata nyastra yang kamu gunakan. Jika kamu ingin menjual bukumu lebih banyak, maka pergunakan bahasa atau diksi yang sederhana saja, agar pembacamu lebih mengerti apa yang kamu ceritakan.

3. Tulis untuk pembacamu

Stephen King juga bilang, bahwa seharusnya setiap penulis punya profil persona pembacanya. Berapa umurnya, bagaimana karakternya, apa kesukaannya, dan seterusnya, dan kemudian menghadirkannya di depan kamu untuk kemudian kamu ceritakan kisah padanya.

Tanyakan pada dirimu sendiri, apa yang kamu ingin dia pikirkan saat dia membaca bagian-bagian tertentu dalam kisah yang sedang kamu ceritakan itu. Saat ada pembunuhan, kamu ingin dia merasakan apa? Saat ada yang jatuh cinta, apa yang seharusnya dia rasakan?

Stephen King sendiri juga punya sosok pembaca ideal yang selalu dihadirkannya setiap kali dia menulis, yaitu Tabitha, istrinya.

Setiap kali Stephen King mulai menulis, maka dia pun menghadirkan Tabitha dalam benaknya. Kemudian dia akan menulis untuk Tabitha.

4. Banyak-banyaklah membaca

Stephen King selalu bilang, “If you want to be a writer, you must do two things above all others: read a lot and write a lot.”

Bacaan merupakan pusatnya kreativitas bagi seorang penulis. Stephen King selalu membawa satu buku ke mana pun dia pergi. Dia juga bisa membaca di mana pun.

Dia akan selalu menciptakan waktu untuk membaca, bukan hanya meluangkan waktu saja. Ya, Stephen King membaca bukan hanya di waktu luang atau waktu yang tersisa. Tapi dia membuat waktu untuk membaca.

5. One word at a time

Bagaimana cara Stephen King menulis sekian banyak buku dan semua bisa best seller?

Ternyata cuku “mudah”. Stephen menuliskannya one word at a time. Satu kata dalam satu waktu, dan dia menikmatinya.

Memang semuanya berawal dari hal yang sesederhana itu, ya kan? One word at a time. Hingga tak terasa, kamu pun sudah menulis 30.000 kata.

6. Menulislah setiap hari

Ya, Stephen King menulis setiap hari. Dia bahkan juga melakukannya di hari libur. Dia menentukan pada pukul berapa sampai pukul berapa untuk menulis, dan lalu melakukannya.

Tak pernah ada penundaan, atau alasan-alasan hanya untuk tidak menulis. Dia penulis, maka dia akan menulis. Setiap hari.

Stephen King mengaku, apa pun hasilnya dia menulis, dia tak begitu peduli. Pokoknya tulis, tulis, dan tulis.

7. Menulislah dengan penuh kebahagiaan

Kamu boleh percaya boleh enggak, Stephen King hampir tak pernah memikirkan mengenai uang yang bisa didapatkannya saat dia mulai menulis.

Ya, pastinya dia juga harus punya uang untuk membiayai hidupnya, dan hidup keluarganya. Tapi hal tersebut tak pernah dipikirkannya saat sedang menulis.

Hanya ada rasa kebahagiaan yang hadir di hati dan pikiran Stephen saat dia menulis.

“Saat kamu melakukan hal yang selalu menyenangkanmu, bukankah kamu nggak akan ingin berhenti?” Begitu tanyanya, retoris.


Nah, itu dia strategi seorang Stephen King untuk bisa menulis buku-buku yang terjual lebih dari 350 juta kopi di seluruh dunia.

Hmmm, jadi, di poin nomor berapa nih, yang belum kamu lakukan?

Semoga tip-tip di atas bisa menyemangatimu untuk lebih maju dalam menulis ya!