Monday Story: Kenapa Jadi Jomblo itu Harus Bangga

Ada yang pernah bilangin kamu “Udah gausah jual mahal?”. Biasanya yang sering mendengar ucapan ini pasti para jomblowan dan jomblowati bahagia. Hehehe.

Akhir-akhir ini saya juga suka gatel untuk menyindir salah satu sahabat saya yang jomblo. Kayaknya dia jual mahal banget. Kasi diskon dikit kan bisa biar cepet laku 😂.

Karena rasa bersalah sudah ledekin dia, akhirnya saya memutuskan menulis artikel ini. (re: maafin saya ya 😣)

Ada beberapa hal yang saya sebagai orang yang sudah berpasangan dapat banggakan dari para jomblowan dan jomblowati. Yuk cek listnya berikut ini:

Jomblo bukan berarti gak laku

Beberapa jomblo yang ada disekeliling saya adalah para jomblo berkualitas. Buktinya, mereka rata-rata ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Dari kualitas kemandirian, rata-rata dari mereka juga sudah mandiri secara finansial (re: gak minta lagi ke orang tua). Beberapa bahkan sudah punya properti dan kendaraan pribadi hasil keringat mereka sendiri. (Kalau ada yang berminat untuk kenal, boleh email saya 😜).

Jadi saya dapat kesimpulan, bahwa jomblo bukan berarti gak laku. Kebanyakan dari mereka justru memilih sendiri dulu supaya punya waktu.

Jomblo itu biasanya gampang nabung

Satu hal lagi kebanggan para jomblowan dan jomblowati, mereka pasti lebih mudah untuk nabung. Ya, walaupun yang sudah berpasangan juga harus nabung sih ya tanpa pengecualian, tapi menurut saya jomblowan akan lebih mudah nabung. Bayangkan, dari penghasilan bulanan para jomblowan dan jomblowati alokasi dana untuk ngedate bisa dipakai untuk menabung atau berinvestasi. Kalau saya ingat-ingat dulu waktu saya masih jomblo, uang yang biasanya saya gunakan untuk nonton, makan dan pacaran bisa saya tabung untuk ongkos pulang kampung..😏

Jomblo punya banyak waktu untuk belajar

Berpacaran, menikah dan punya anak. Siklus hidup yang banyak orang di dunia alami selama hidupnya. Beberapa pengalaman dan curhatan teman-teman saya, kebanyakan dari mereka yang punya pasangan dan anak akan sangat sulit membagi waktu untuk “me time” dan belajar. Nah, satu hal lagi yang patut dibanggakan dan disyukuri para jomblowan dan jomblowati adalah mereka pasti banyak punya waktu untuk mengembangkan diri (re: belajar). Semisal: Belajar public speaking di Toastmasters, baca buku ebook Muda Melegenda atau nonton video orang-orang sukses di Youtube Channel TedX. Manfaatkan!

Jadi, untuk para jomblowan dan jomblowati jangan bersedih hati ya. Ternyata banyak hal positif yang bisa kami (orang-orang yang sudah berpasangan) banggakan dari kalian. Keep stunning! Keep smiling 😎 … tapi jangan lupa, jomblonya jangan kelamaan juga 😅

Salam hangat,

IAP

Like what you read? Give Catatan Prasasti a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.