Namaku? Bintang Javasea

“Jangan pernah mau berteman dengan saya kalau anda tidak mau sedikit pun berpikir terbuka terhadap Dunia.” — Bi, di sudut ruangan.


Namaku, diambil dari seorang mulut Ibu yang menyukai benda-benda langit, menikah dengan seorang pria baik namun badan tidak ideal tetapi cukup tampan dan pandai memasak — apasih Bi… Yaudah, lanjut. Pria baik yang temperamen tetapi mempunyai pemikiran yang agak melenceng di keluarga kami.

Mengenai diriku?

Aku manusia, seorang perempuan mungil bertubuh kecil, tinggi seadanya yang seengganya masih bisa manjat Pohon Mangga. Tak perlu bertanya apa tipe Jungian tipologiku karena aku belum pernah mencoba mengetahuinya. Aku seseorang yang tidak banyak bicara, terkadang orang-orang berpikir aku sangat sombong dan dicap manusia paling tengil di dunia oke, aku tak menyangkal itu. Aku anak kedua dari dua bersaudara. Karena ini adalah tulisan mengenai siapa diriku, tentu aku menolak siapa kakakku.

Lahir di Indonesia, di sebuah kota yang sering dikunjungi hujan, namanya Bogor. Bukan kampung halaman Ibuku, bukan juga kampung halaman Ayahku, ya… suka-suka dong mau lahir dimana?! — Aku sudah familiar dengan kota ini, hingga akhirnya aku mulai jengah dan memutuskan untuk pindah keluar kota. Aku dan keluargaku pindah ke sebuah pulau nan indah bernama Banda Neira, kami pindah tempat yang bernama surga dunia itu.

Umurku masih 18 tahun, aku sudah lulus SMA loh… hei! aku sudah mendapat Ijazah! — Jangan tanya apakah aku melanjutkan ke universitas atau tidak karena aku akan menjawabnya sekarang HAHAHA *Bi… serius, engga lucu.* oke, anggap aja kutu air. Aku sangat menyukai hal-hal yang berbau IT. Aku suka desain grafis, programming, bahkan video editing. Disamping itu, aku sangat suka mengambil potret-potret yang indah, apalagi di Banda Neira ini, semuanya mendukung. Aku masih belum punya ambisi untuk melanjutkan ke universitas.


Warna rambutku hitam, meski aku sempat menggantinya dengan warna coklat ketuaan. Aku menyukai kedua rambut yang panjang dan pendek. Keduanya menarik menurutku dan aku sangat labil soal memilih gaya rambutku sendiri. Kulitku putih seperti perempuan asia biasanya, bukan berwarna coklat kekuningan, bukan juga berwarna putih kepucatan.

Face claim: TWICE’s Chaeyoung