Pengalaman Ikut Tes TOEIC (+Tips)

Logo tes TOEIC.

Hello! Kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengikuti tes TOEIC. This is my first timeee! Hohoho. Sebelumnya buat kalian yang masih bingung “TOEIC itu apa sih?”, well, TOEIC stands for “Test Of English as International Communication” (see ets.org/toeic for further explanation). Ada berbagai jenis TOEIC, tapi yang paling umum dipakai adalah TOEIC Listening and Reading (L&R). TOEIC emang kalah populer sih dari TOEFL atau IELTS, soalnya jenis tes ini lebih sering diikuti oleh mereka yang sudah bekerja atau akan bekerja. Berbeda dengan TOEFL atau IELTS yang dijadikan syarat untuk mendaftar di universitas di luar negeri.

Setelah mengetahui apa itu TOEIC, disini saya akan membahas step-by-step mulai dari awal daftar sampai dapat score report. Check this out!

Kenapa sih ikut tes TOEIC?

Sejujurnya, ini adalah opsi terakhir. Setelah mengikuti tes TOEFL ITP dan TOEFL iBT yang tak kunjung mendapatkan hasil diatas standar minimum sebagaimana disyaratkan LPDP (huhuhu.. *brb nangis di pojokan*) akhirnya terpikirkan untuk ikut tes TOEIC. LPDP sendiri memberi opsi kita untuk melampirkan sertifikat kemampuan Bahasa Inggris baik itu dari TOEFL iBT, TOEFL ITP, IELTS, maupun TOEIC.

Terlebih ada saran dari senior di kampus, katanya hasil tes TOEIC ini gak lebih dari dua hari (WOW!) dan soal-soalnya relatif lebih mudah dibanding TOEFL atau IELTS. Berhubung waktu yang semakin mepet, maka saya segera mendaftar TOEIC setelah mendapat hasil nilai TOEFL iBT yang agak nyesek. Hahahaha.

Gimana cara daftar tes TOEIC?

Sebelumnya saya mau jelasin dulu dimana dan kapan saya mengikuti tes ini ya. Saya mengikuti tes TOEIC ini tanggal 20 September 2016 di Jakarta, tepatnya di Direct English (lokasinya di ruko Mangga Dua Square) dengan pertimbangan kalau ikut tes di Jakarta, hasilnya bisa diambil H+2 tes. Selain di Jakarta, hasil tes baru bisa diambil H+7 sampai H+14 tergantung lokasi.

Pertama-tama, masuk ke website itc-indonesia.com. Kalian bikin akun disana. Pilih jadwal dan lokasi tes yang sesuai kebutuhan teman-teman. Jangan lupa perhatikan jadwal tes dan batas akhir pendaftaran ya. Setahu saya, tes TOEIC ini hanya diadakan sekali dalam sebulan. Batas pendaftaran ditutup H-3 jadwal tes. Untuk melihat jadwal, kalian bisa masuk ke website itc-indonesia.com.

Selanjutnya, pilih cara pembayaran. Oh iya, biaya tesnya Rp.700.000. Lumayan agak mahal sih dibanding TOEFL ITP, tapi worth it.

Apa yang harus dibawa ketika tes?

KTP dan Printout konfirmasi pembayaran dan pendaftaran. Just that. Alat tulis disediakan disana.

Sebelum tes dimulai, ngapain?

Jadwal tes seharusnya dari jam 09.00 sampai jam 11.30. Tapi, jam 09.00 para peserta tes baru dipanggil satu persatu oleh satu orang supervisor ruangan. Peserta tes diminta menunjukkan KTP dan Printout konfirmasi pendaftaran, kemudian dicocokkan dan difoto. Setelah itu, sebelum masuk ruangan tes, kita akan di-scan pake alat scan metal kayak di pintu masuk mall-mall haha (please don’t ask me why this is supposed to do). Hampir menghabiskan waktu setengah jam lebih untuk menunggu semua peserta sudah terkonfirmasi dan tentunya, di-scan. Cukup membosankan memang, bahkan ada yang tidur sesaat saking lamanya nunggu tes dimulai.

Pesertanya siapa aja?

Mostly, workers. Banyak mas-mas kantoran pake kemeja rapi, sedangkan mereka yang memakai kaos dapat dipastikan adalah (mantan) mahasiswa haha. Kebanyakan yang ikut tes adalah laki-laki (tadi ada lebih dari 30 orang), sedangkan perempuannya hanya 3 orang termasuk saya.

Soal-soalnya apa aja?

Tes ini terbagi dalam dua sesi: Listening dan Reading. Sesi pertama diberi waktu 45 menit dengan jumlah soal 100 buah. Sedangkan sesi kedua diberi waktu 75 menit dengan jumlah soal 100. Jawabannya tersedia dalam bentuk pilihan ganda dan kita harus membulatkan jawaban kita seperti bentuk ujian pada umumnya (paper based test). Menebak tidak apa, karena tidak ada sistem minus.

Soal-soal Listening:

  • Picture: Kita lihat gambar di buku tes, kemudian dengar dan pilih pernyataan yang paling menggambarkan gambar tersebut. Ada 10 soal. Pilihan jawaban A,B,C,D.
  • Question and response: Ada pertanyaan, lalu kita pilih respon yang paling cocok untuk menjawab pertanyaan tersebut. Soal dan jawaban tidak ada di buku tes, jadi harus konsentrasi penuh ya. Pilihan jawaban hanya A,B,C. Sedikit tips, dengarkan bentuk pertanyaannya. Apakah who, what, where, when, atau why? Kalau kita tahu kunci ini, dijamin memilih bentuk respon yang cocoknya pun akan lebih mudah.
  • Short conversation: Ada dua orang mengobrol. Topiknya bisa tentang pekerjaan, liburan, kantor, kejadian tertentu, cuaca, dll. Kita harus menyimak obrolan mereka untuk menjawab 3 pertanyaan sekaligus. Tips: sebelum obrolannya dimulai, baca secara cepat bentuk pertanyaannya. Apakah what, why, who, where, when, atau how? Hal ini akan membantu kita memilih fokus ketika mendengarkan. Jika tidak sempat membulatkan ketika obrolan sedang berjalan, untuk sementara beri tanda saja di buku tes kemudian membulatkan ketika ada waktu lebih. Ketika soal sudah berpindah, jangan pikirkan lagi soal yang sudah berlalu.. alias move on haha.
  • Short talks: Bisa berbentuk seseorang memberikan pengumuman, penyiar radio, pembawa acara TV, iklan, dll. Sama seperti “short conversation”, kita mendengarkan ini untuk menjawab 3 soal. All we have to do is baca sekilas pertanyaannya, fokus dalam mendengarkan, and membulatkan dengan cepat.

Inti dari mengerjakan soal listening: antisipasi pertanyaan, fokus dalam mendengarkan, dan cepat dalam membulatkan jawaban.

Soal-soal Reading:

  • Fill in the blanks: tips, perbanyak latihan grammar dan perkaya vocabs kita.
  • Incomplete sentence: Soalnya melengkapi isi sebuah email. Kalau kalian terbiasa email-emailan dalam bahasa Inggris formal ala kantor, akan mudah menjawab soal ini. Tipsnya sama, kuasai grammar dan vocabs.
  • (Gatau nama tipe soalnya apa hehe) Ada pengumuman atau iklan, lalu ada pertanyaan yang jawabannya didapat dari pengumuman atau iklan tersebut. Jawaban ada yang eksplisit tapi ada juga yang implisit, jadi harus hati-hati dan jangan malas membaca.
  • (Lagi-lagi gatau nama tipe soalnya apa hehe) Kali ini pengumuman atau iklannya lebih panjang, bisa terdiri dari beberapa paragraf. Tips: tetap semangat, karena biasanya soal-soal terakhir ini kita sudah lelah sementara waktu semakin habis.

Inti dari mengerjakan soal reading: Jangan malas baca, teliti, dan tetap semangat! Kalau benar-benar mentok ngga nemu jawabannya, don’t think too much, just answer it wisely.

Setelah tes, kapan hasilnya diumumkan?

Untuk yang tes di Jakarta, hasil bisa diambil 2 hari setelah tes. Sedangkan untuk yang tes di luar Jakarta, hasil tes bisa diambil 7–14 hari di lokasi tes masing-masing. Tidak ada pengumuman online. Pengambilan hasil tes harus orang yang bersangkutan, apabila berhalangan dapat diwakilkan dengan melampirkan surat kuasa yang ditandatangani di atas materai 6000.

In conclusion…

Menurut saya, soal-soal tes TOEIC ini lebih mudah dibandingkan tes TOEFL iBT dan ITP. Untuk kita-kita yang terbiasa mendengar lagu barat atau nonton film barat tanpa subtitle, akan sangat terbantu untuk mengerjakan TOEIC ini. Ada tipe orang yang sangat teoritis dalam belajar bahasa Inggris, biasanya mereka lebih menonjol di TOEFL atau IELTS. Sedangkan untuk yang natural learner, akan sangat beruntung jika mengambil tes TOEIC. Sebelum tes ada baiknya berlatih, banyak situs-situs berguna seperti TOEIC Online Test (TOT) untuk latihan soal-soal reading dan cari di Youtube untuk latihan soal-soal listeningnya. Dan yang terpenting, berdoa sebelum melakukan kegiatan apapun, termasuk tes TOEIC ini. Semoga sharing pengalaman ini berguna bagi teman-teman yang akan mengikuti tes ini dan semoga sukses tesnya, aamiin.

UPDATE!

Alhamdulillah saya dapat score 930! My first attempt yang sangat melegakan!

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.