maklum daun talas

dulu

pas masih kecil

sepupuku ngenalin daun talas di bawah gerimis

‘‘edan…!!! harusnya basah’’ kupikir.

aku coba tuangkan air segenggaman

‘‘ si edan…!!! ini harusnya basah.’’

aku masih kecil dan akrab dengan hujan,

‘‘hujan datanglah..!!!’’

hujan turun tanpa tangga, agak tergesa-gesa. jatuh.

jatuh dari langit, tergelincir di daun talas.

aku sudah terlanjur basah, kepalaku yang pening.

aku kecewa.

dan kepala semakin tumpul saat pening dimuntahi kecewa.

dan daun talas masih kering.

dan tetap kering sampai beberapa waktu aku hening.

maklum.

wes maklum.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Ceng Romli’s story.