Benar (belum tentu) Benar ?

#LimitlessCampusDay01

“Benar belum tentu benar ? “
“Hah ? maksudnya pa’an ?”
*Disclaimer: Artikel ini berdasarkan dari sisi subjektif gw. Jadi kalo ada salah — salah kata atau perbuatan, berarti emang itu salah dari gw. Jangan nyalahin orang lain yaak. Hahaha

Oke buat yang belum ngerti, gw coba sharing sesuatu yang ‘gokil’ yang gw dapetin dari kelas LC (#LimitlessCampus) day 01.

Sebelumnya gw memilah — milah terlebih dahulu yah. Yang pertama gw ambil contoh di bidang AKADEMIS:

Bidang Akademis

Benar = Benar || Salah = Salah

Well, ini yang gw rasain selama gw belajar dari SD sampai kuliah S2 (yang sedang berjalan) saat ini. Benar adalah benar dan salah adalah salah!

Gw coba ambil contoh:

Pada saat kita melakukan ujian di Sekolah / Kampus, kita biasanya dihadapkan dengan berbagai macam pertanyaan yang sangat membingungkan beserta pilihan — pilihannya.

“Ya kalo ngga ‘a’, milih ‘b’, kalo nggak ya ‘c’ atau ‘d’ . Gak ada yang lain”

Terus, apa yang kita lakukan ?

Pasti kita memilih yang (menurut keyakinan iman dan taqwa di dalam diri beserta jumlah kancing yang ada pastinya) jawaban yang paling benar. Sehingga kita akan mendapatkan nilai yang manteb.

Tapi kalo kita salah milih ?

Ya.. jawabannya akan salah dan nilai kita akan jelek.

Jadi, dari segi akademis, Benar itu Benar dan Salah itu Salah. (menurut gw, kayaknya).

NON — AKADEMIS

Tapi dari sisi non — akademis,

Benar bisa belum tentu benar dan salah juga bisa belum tentu salah ?

“Aneh lu ham!”

Yang aneh tuh kalo diajak ngobrol sama gw malah dikiranya MODUS!

“Cie curhat..”

Bodok! LoL

Kenapa bisa begitu ?

RE-SEP-SI

Eh’ PER-SEP-SI!

Sumber: om Google

Coba gw tanya, yang benar itu yang mana dan yang salah yang mana ?

Jawaban: Tergantung dari sisi mana dan dari PERSEPSI siapa.

Atau dalam contoh lainnya seperti ini:

“Duluan mana, telur atau ayam ?”

Persepsi orang ke — 1:

“Duluan Ayam! Karena hewat dicpitakan oleh Tuhan pertama kali, baru bertelur”

Persepsi orang ke — 2:

“Duluan telur! Kan lu nulis “telur” duluan ham!”

Kalo gw di tanya,

“Duluan mana ham, telur atau ayam ?”

Ya gw jawab,

“Duluan gw nulis judul artikel ini lah! kalo gak nulis judulnya mana bisa gw nulis pertanyaan duluan telur atau ayam ?”

Gw salah ? ya ngga juga sih..

Selanjutnya.

VALUE (nilai)

Sering juga ketika kita mengutarakan sesuatu bahwa itu ‘salah’ atau itu ‘benar’, kita tidak memikirkan,

“Salahnya itu kenapa ? pengukurannya apa ? terus emang hal itu bisa dibilang salah ?”

atau,

“Benarnya itu kenapa ? nilai yang diukur dari benar itu kayak gimana ? emang udah pasti benar ?”

ea… mikirkanlu..

Gw aja pusing tadi dikelas, kayak ‘kegampar’ bolak — balik.

“Leh uga! Ner uga! Naik uga! Uga poni.”

So, semoga hal ini bisa bermanfaat bagi teman — teman semua.

Benar itu belum tentu benar. Salah itu belum tentu salah.

Ditunggu yaah materi epic lainnya.

Jangan lupa follow

Twitter: @mrilhams

YouTube Channel: YouTube.com/MrIlham

Selamat Malam!

Penulis: Ilham Fitriadi Budiarto

#LimitlessCampusDay01