Dua Hati Satu Atap
#LucidDreamsEpisodeKeSekian
Cerita ini berasal dari Lucid Dream yang gw alami pagi ini tanggal 25 Februari 2017. Pada awal cerita, gw akan membahas tentang profil pemain yang gw lihat.
- Chandraliow // YouTuber
- (sebut saja) Bunga // Temen SMA gw
- (sebut saja) Aurel // YouTuber
- Tante Tari // Ibu Rumah Tangga // Buka Praktek Pengobatan // Mamahnya Tari, temen gw. // Udah akrab sama gw.
Scene 1 || Rumah Tante Tari
Beberapa minggu lalu gw pernah bermimpi dalam lokasi yang sama, yaitu di rumah tante Tari. Pada mimpi sebelumnya, gw datang ke rumah si tante karena waktu itu gw dan (mungkin) dari salah satu orang tua gw, (gw agak lupa), berkunjung ke sana untuk melakukan pengobatan (ntah itu penyakitnya apa).
Pagi ini, ketika gw masuk ke dalam dunia mimpi, gw langsung menuju ke rumahnya si tante Tari. Kondisi badan gw lagi pegel — pegel + masuk angin. Well, masuk angin terus.
Gw nyamperin si tante dengan memegang uang koin seribuan yang di tengahnya berwarna coklat dengan gambar wayang. Ya, gw pernah membahas tentang “koin apa yang paling enak untuk kerokan” di InstaStory gw (@mrilhams) beberapa waktu lalu.
Gw langsung minta tolong ke Tante Tari untuk ngerokin gw,
“Tante, kayaknya Ilham masuk angin, tolong dikerokin ya Tante..”
“Maaf yah gangguin tante, padahal tante lagi banyak pasien di luar ruangan”
(#IlhamSukaRusuh)
Selesai dikerokin sama si tante, gw langsung pergi ke arah pulang. Gak tau kenapa di tengah-tengah perjalanan, mata gw langsung gelap layaknya akan pindah ke cerita berikutnya. Oke, next scene.
Scene dua || Suatu Rumah Bagus di lantai dua.
YouTube, merupakan salah satu platform media sosial yang lagi gw gelutin. Pada saat itu di ruangan, kayaknya si ChandraLiow lagi buat project kolaborasi antar YouTuber di Jakarta, dan gw salah satu orang yang bekerjasama dengannya.
Di depan gw (ChandraLiow), lagi duduk di kursi komputer (yang bisa diputer — puter) menghadap ke arah gw. Kami (sepertinya) lagi mengobrol tentang konsep project yang akan dikerjakan. [Btw, kalo di dalam mimpi itu, lu langka banget bisa mendengar suara orang, kecuali itu orang yang emang benar — benar sangat ‘nyangkut’ di pikiran dan hatilu. Serius, ini berdasarkan pengalaman gw selama beberapa tahun belakangan mengalami Lucid Dream].
Pas gw lagi asik ngobrol, pala gw menoleh ke arah kiri. Gw ngeliat ada si Bunga yang lagi ngeliatin jendela ke arah luar. Dia lagi sama mas-mas tukang bangunan. Ntah kenapa di situ ada tukang bangunan, mungkin rumah tersebut lagi di renovasi. Ya itulah dunia mimpi, unik.
Gw kaget, kok dia ada di sini, apa dia sekarang udah jadi YouTuber ? Btw, kebetulan sebelah gw ada si Aurel. Dia juga seorang YouTuber, gw cukup dekat dengannya. (Di dalam mimpi sayangnya. HAHA)
Tadinya gw belum sempat negor si Bunga, karena jarak gw sama dia cukup jauh dan rumah itu cukup besar juga. Tapi, ketika dia mau keluar dari kamar, which is itu tangga ke lantai bawahnya dekat dengan kami yang lagi ngobrol, gw langsung menghampirinya, walaupun sebelum itu di dalam hati gw penasaran dan bertanya,
“Kok, dia ada di sini ?”
“Tanya gak yah ?”
“Tanya ajalah, daripada gw penasaran”
Dia berjalan menuruni tangga, lalu gw lari untuk menghampirinya (gw berhenti dan berteriak dari atas).
“Woooy copet! Balikin dompet gw!”
Nggak, ngga gitu.
Gw teriak,
“Wooy bung! ngapain lu di sini ? emang ini rumahlu ?”
Si bunga pun menjawab,
“Iyaah, ini rumah gw”
Gw ‘shiook’, kerain gw ini rumahnya Chandra, taunya rumahnya si Bunga. Gw kembali lagi ke dalam kamar. Ngomongin soal bunga. Pada saat SMA, gw memiliki rasa sama dia. Ia, rasa coklat campur madu.
Bukan, ini rasa suka yang cukup mendalam, gak sedalam palung lautan sih. Tapi sedalam inti Bumi. Fag! Gombal.
Serius, gw pernah suka sama dia, gw pernah mencoba untuk mendekatinya. Tapi biasalah, usaha gw gak membuahkan hasil, seperti quotes yang gw ciptakan sebelumnya, “ditolak sebelum pdkt”. Haha! gpp, namanya juga usaha. Pada saat itu dia juga tau kok kalo gw suka sama dia.
Scene 3 || Masuk ke Dalam Kamar
Gw ngeliat si Chandra ‘cabut’ ntah ke mana buat ngerjain project atau konsepnya lagi di luar. Abis itu gw ngobrol sama si Aurel. Kalau.. rasa “yang dulu pernah ada” itu sama si Bunga saat SMA. Kali ini (di dalam mimpi gw), gw suka sama si Aurel.
Aurel juga cerita sama gw cukup banyak.
Dia bercerita tentang pacarnya. Hati patah, lagi ~
Dia bercerita, dia baru mengalami suatu kejadian, akhir — akhir ini dia mual — mual, terus suka bolak-balik ke kamar mandi, terus juga sering ke dokter (hati gw makin ‘retak’), dan pada hasil akhir tes dari dokter. Aurel positif..
.
.
.
.
Positif karena kecapean dan masuk angin.
(Okelah, ’retakannya’ gw tambel lagi pake lem ubin biar jadi satu)
Aurel adalah “se-cewe” yang memiliki aktivitas cukup banyak, sehingga gak heran kalo misalnya dia bisa kecapean kayak gini. Istirahat yang cukup ya rel. Gak ada hubungankan sama pacarnya? Iyalah, ini cerita — cerita gw. LoL
Oke, yang tadi hanya diselipin jokes ‘receh’, sekarang balik lagi ke inti Bumi. Eh’ inti cerita.
Aurel bercerita, udah hampir 3 minggu ini dia baru ‘putus’ sama pacarnya. Ntah kenapa permasalahannya, intinya dia baru ‘putus’.
(Gw dalem hati: ALHAMDULLILLAAAH!! HA HA HA HA)
Scene 4 || Jalan — jalan ke taman blakang
Dalam mimpi itu, spertinya kami lagi beristirahat dalam pengerjaan shooting video untuk YouTubenya, gw dan Aurel ngobrol lagi sambil jalan — jalan ke taman belakang. Di sana, kami duduk di sebuah tempat, bukan sebuah kursi, tapi di pinggiran taman, ‘ngemperlah’ bahasa kitanya mah..
Kami ngobrol melanjutkan hal yang tadi. Namun, gw sempat bertanya sama dia tentang si Bunga,
“Rel, tadi gw liat ada si Bunga di kamar. Lu kenal ?”
“Kenal kok.”
“Hmm, dia knapa ada di sini yah ? kita shooting di rumah dia ?”
Dan pernyataan dia yang buat gw kaget,
“Ia di sini, ini kan rumah gw juga.”
“ . . . . . . .”
Gw terdiam dan membeku. Ibarat.., ibaratin aja sesuka imajinasilu deh teman — teman, kagetnya seperti apa.
“Oooh, ini tempatlu toh ternyata..”
“Awalnya gw kira ini rumahnya Chandra”
“Trus gw tanya Bunga, ternyata rumahnya bunga”
“Eh’ ternyata si Bunga juga saudaraan samalu”
“Ia, gw sama Bugna seumuran dan kita saudara kandung”, jawab Aurel.
Pada saat itu, gw mau mengungkapkan perasaan gw ke dia. Namun, dari kejauhan, ada ‘se-onggok’ wanita yang menghampiri kami. Pas gw liat, ternyata si Bunga.
Bunga berhenti dihadapan kami yang berjarak (mungkin) 10 meteran, dia terdiam dan menatap kami dengan raut wajah kecewa dicampur marah dicampur sedih. Lalu.. secara perlahan, Bunga memalingkan badannya dan pergi menjauh dengan perasaan kecewa, mungkin dia cemburu, mungkin..
Aurel terlihat heran melihat sikap Bunga yang seperti itu, dia mencoba mengikuti Bunga dan meminta penjelasan kepadanya.
Beberapa saat kemudian, Aurel kembali lagi ke tempat gw berada dengan raut muka tersenyum ‘bersyarat’. Pokoknya kalo cewe udah senyum-senyum gak jelas, mesti hati-hati dah kita. Serius dah..
Dia mengambil hape di dalam kantongnya lalu memperilhatkan ke gw. Di dalam akun Instagramnya Bunga, terlihat gw dengan si Bunga chatting2an pada saat itu.
Well, gw harus jujur, emang gw pernah suka sama si Bunga, walaupun usaha gw memang belum membuahkan hasil,
“Ia, waktu itu gw emang suka sama dia”
“Gw juga suka chat lewat DM Instagram”
Dan pada saat itu pun gw mau banget bilang,
“Rel, gw mau mengutarakan perasaan yang udah gw pendam selama ini ke-elu rel”
Tapi..
.
.
.
.
“Deeek! Bangun.. udah siang ini!”
DUARRRR! Bokap gw manggil, trus gw balik lagi ke dalam dunia nyata. Biasanya sih kalo mimpi gw itu kayak sinetron, bisa berkelanjutan.
(to be continue..)
— — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — —
So, gw cuma mau bilang, di balik kisah cerita gw seperti apa. Gw sangat bersyukur, gw masih bisa menikmati keindahan dan kejadian-kejadian yang terkandung dalam dunia mimpi. Terimakasih ya Allah atas Rahmat dan Izinmu, hamba bisa menikmati hal itu. Gak semua orang dapat secara cukup konsisten bisa mengalami fenomena ini tanpa adanya kesengajaan.
Wishes:
- bisa beneran kolaborasi sama Chandra Liow. Me, give respectful to him as a Success YouTuber in Indonesia.
- mimpinya bisa lanjut (masih penasaran bruuuh)
Hal positif yang bisa diambil:
- Kalo kita penasaran, kita tanya aja, lebih baik terlihat bodoh tapi kita tau, daripada terlihat pintar tapi gak tau apa2.
- Kalo seseorang suka dengan kita dan kita juga suka sama dia, langsung kasih kepastian serta pernyataan kepadanya. Jangan nge-gantung kayak kereta di Taman Mini.
- Mungkin ada orang lain di luar sana yang suka dengan kita, namun mereka belum berani untuk mengungkapkannya langsung. #IlhamnyaNgarepHAHAHA
Bagaimana kisah cerita cinta gw selanjutnya ?
Doain aja bakalan ada episode keduanya. Gw tulis lagi ntar.
Terima kasih untuk teman — teman yang telah membaca tulisan gw ini. Lucid Dreams atau “ketika kita mimpi, kita sadar bahwa kita sedang mimpi” merupakan nikmat Allah yang patut kita syukuri. Dan itu nyata adanya.
Gw,
Ilham Fitriadi Budiarto as a Writer
Undur diri dulu, See yaaah!
Jangan lupa follow akun media sosial gw yaah!
Instagram / Twitter: @mrilhams
YouTube: YouTube.com/mrilham
