PERNIKAHAN, SILATURAHIM, dan HARAPAN
#ThisIsMyStory

Oh wait wait!
Kalo kalian berpikir gw yang nikah, itu salah, salah besar!
Iya!
“Sebesar salah cowo kalo ceweknya ngambek gara-gara gak dikabarin seharian.”
Alright,
Kali ini gw mau sedikit cerita tentang beberapa hal mengenai aktivitas yang baru aja gw alami tadi.
Pernikahan
Kalian pasti mau nikahkan ? Iyalah, gw juga mau. Calonnya aja nih yang belum mau-mau. Gak tau calonnya siapa. HA! HA!
Pernikahan merupakan “next-step” dari serangkul pasangan, anjir serangkul. Iya, serangkul pasangan yang akan menghadapi kehidupan barunya. Baru, masih diplastikin malahan. #jokessampah
Pernikahan juga menjadi salah satu ibadah kalo dari segi agama islam. Iya’ kalo dari agama lain gw rasa juga ibadah kali ya..
“Kali..”
Namun, sebuah pernikahan terjadi juga berasal dari proses yang cukup panjang. Pengenalan, ‘jatuh — bangunnya’ pasangan itu sendiri, dan intinya, apakah mereka saling cocok satu sama lain ? atau lain satu sama satu ?
“Mampus gak jokes gw ?”
#bodoametham
Well,
Hari ini gw juga turut berbahagia, bukan karena orang-orang di mal ngeliatin baju gw yang bertuliskan “Nulis Paper Terus, Kapan Libur ?”.
Namun gw berbahagia karena hari ini teman gw melaksanakan pernikahan. Oke, let me introduce her. Dia bernama Edde, daaaan dia merupakan owner dari salah satu produk yang sering kita lihat, yaitu ZEWO.
“Pernah mendengar ?”
“Eh’ maksud gw pernah melihat ?”
Nih gambarnya:

“Wait, Wait, Wait..”
“Gw nyari di Google dan ternyata itu ada dianya juga.”
“Jadi, itulah dia.”
#apaansiham?!
Edde merupakan anak yang ceria, dia juga tegar, dan pastinya, dia juga pekerja keras. Yup! walaupun gw ketemunya juga gak sering-sering banget, pernah sekali waktu gw bertemu dia di bX dan ngobrol-ngobrol sama dia.
Edde menceritakan berbagai pengalamannya. Menurut gw, dia merupakan salah satu orang yang cukup “GOKS” di Indonesia ini.
“So, bagi kalian yang kenal sama dia, beruntung banget! “
“Plus.. kalo yang di sekitaran rumahnya ada produk ZEWO, buruan beli!”
“Ini bukan promo, apalagi endorse. “
“Ini murni dari gw koooooook.”
“Jadi, kapan endorse ayamnya ke rumah gw de ? HAHA”
I just wanna say to her,
“Selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga yang “gokil” di mata dunia dan akhirat, serta juga bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia!”
Silaturahim

Sadar gak sih..
Ketika kita menghadiri suatu acara pernikahan, kita juga ikut dalam mengeratkan tali silaturahim, bukan tali tambang atau pun tali beha. Iya’, tali beha emak-emak yang kalo ngasih lampu sen ke kanan beloknya ke kiri.
#savage
“Silaturahimnya ke mana ?”
Yang pertama,
Jelas, silaturahim ke pengantennya, kehadiran kita sangat dinanti-nantikan oleh si “penganten” yang sudah mengundang kita. Melalui media apapun itu.
(siap-siap posisi sambil nyanyi)
Yang kedua..
Solat malam dirikanlah..
“Oh iya salah’ maap, itu lagunya opik”.
Yang kedua,
Silaturahim kepada para undangan yang lain. Siapa tau para undangan tersebut merupakan tetangga, teman, atau mantan kita mungkin ? Kan siapa tau..
Dengan begitu kita bisa ngobrol-ngobrol bareng lagi sama teman-teman lama dan menceritakan apa yang sedang kita lakukan saat ini. Bisa-bisa malah kerjasama bareng, kolaborasi bareng, atau balikan sama mantan (?)
Intinya, silaturahim itu bisa memperpanjang umur selain menghargai si “penganten” yang sudah mengundang kita.
Harapan

Penutup dari topik tulisan gw kali ini adalah harapan.
Harapan bisa berbagai macam bentuk pernyataan. Harapan untuk hidup, harapan untuk bahagia, harapanuntuk sebuah hubungan, dan harapan untuk thesis agar cepat dikelarin sama dospem mungkin. Ia, itu harapan gw banget biar cepat gw bikin hardcovernya.
Tapi mengenai konteks di atas, gw rasa harapannya lebih ke arah tentang kehidupan. Kini.. maupun nanti.
Sebagai seorang teman, harapan gw untuk Edde serta teman — teman yang lain yang sudah menikah. Iya yang sudah menikah.
(Cepet banget si lu pada udah nikeh aje ~)
Adalah:
- Keluarga itu Nomor Satu.
- Tetap selalu menjaga kerukunan.
Ini kayak wejangan dari orang tua aja yak ? HAHAHA
3. Kalo memang sudah memiliki momongan, please.. jangan terlalu banyak menuntut nanti gedenya anaklu mau jadi apa dan cuma nurutin apa yang lu mau aja.
Ya’ memang hal ini sedang terjadi dengan diri gw juga. Jujur, orangtua gw maunya gw jadi anak yang begini-begitulah pokoknya. Gw tau, niat orangtua itu baik. Tapi terkadang mungkin cara berpikir gw aja yang terlalu liar dan idealisme gw aja yang tinggi (kali ya). Sehingga seringkali malah perdebatan yang terjadi di dalamnya.
Intinya, biarkan anak-anak kalian berkembang sesuai dengan apa yang mereka minati. Karena setiap generasi memiliki kecerdasan yang berbeda.
4. Tolong ajarkan anak-anak kita (yang udah punya aja, jangan maksa untuk buat anak) tentang keberagaman.
Karena saat ini sudah terlalu banyak gw liat orang TOLOL yang karena beda ras atau agama aja sampe ribut — ribut gak jelas. Padahal kita itu orang Indonesia. Serius, TOLOL-nya gak karuan. Gw berharap, anak-anak kita nantinya (bagi para pembaca) bisa lebih menghargai tentang arti keberagaman. Dalam hal apapun itu.
5. Kita tidak hanya bisa menjadi orangtua bagi anak, namun juga menjadi teman baginya.
Yup. Udah. No Comment. LoL
-end-
