Kisah Inspiratif Katak dan Keong

Di hari yang indah ini, Chandra Ekajaya akan membagikan sebuah cerita menarik yang mungkin dapat menginspirasi kamu semua agar memiliki kehidupan yang lebih baik lagi di depannya. Chandra Ekajaya membagikan ini tentu saja karena kepedulian yang ada di masyarakat sekarang ini semakin berkurang, tidak seperti di jaman dulu, setiap orang lebih banyak memikirkan tentang duniawi, sehingga melupakan arti dan esensi dari duniawi tersebut. Okay tanpa berpanjang basa basi lagi, Chandra Ekajaya akan mulai berkisah tentang katak dan keong di artikel ini.

Pada suatu ketika, ada perbincangan antara katak dan keong di pinggir sungai yang dekat dengan air. Di saat itu, ada sebuah percakapan yang di mulai terlebih dahulu oleh sang keong yang mengeluhkan tentang kehidupannya. Keong ini mengatakan kepada katak kalau hidupnya sangat berat sekali. Ia tidak memiliki kaki dan tangan seperti katak sehingga tidak dapat berjalan dengan cepat untuk bisa meraih sebuah tempat tertentu. Tidak seperti katak yang kakinya bahkan bisa di buka dan digunakan untuk berenang. Bukan hanya itu saja katak sendiri juga dapat meloncat selain berenang karena kaki kakinya yang kuat dan memang di desain oleh sang pencipta dengan kemampuannya tersebut. Keong sendiri tak berhenti sampai di situ saja ternyata, ia juga menambahkan hidup yang penuh dengan ketidak adilan tadi, selain karena kakinya yang memang tidak ada dan harus berjalan pelan pelan sekali, bahkan tidak bisa melompat ataupun berenang dan justru masih di berikan beban berupa cangkang yang harus di bawanya kemana mana. Ini sangatlah menyedihkan sekali keluh dari sang keong, karena hanya akan semakin membuatnya berjalan semakin lambat di bandingkan dengan yang lainnya.

Katak pun mengungkapkan ceritanya sendiri. Ia menceritakan kalau apa yang ia lihat itu ternyata tak semuanya enak. Ia mengatakan kepada keong kalau apa yang kamu lihat itu tidak seperti yang kamu bayangkan. Tak lama setelah kejadian tersebut ada seekor elang yang terbang di atas langit yang ada di atas mereka. Sang keong pun buru buru masuk ke dalam cangkangnya, dan sang katak pun berusaha untuk melarikan diri. Sayang semuanya itu sudah sangat terlambat, karena memang sang katak sangat terlambar dalam menyadari kehadiran sang predator elang tersebut. Dan dari sini lah sang keong akhirnya menyadari kalau apa yang di katakan oleh katak tersebut memanglah benar. Bahwa tidak semua yang di katakan oleh dirinya itu adalah benar, sebab memang keong yang memiliki cangkang yang berat tersebut justru selamat dengan apa yang dimilikinya, sedangkan katak yang bisa berloncat ternyata masih tak kalah cepat dengan sang keong yang hanya butuh waktu sepersekian detik untuk bisa masuk ke dalam cangkangnya. Hal ini berbeda dengan katak yang butuh mencari tempat untuk bersembunyi lagi.

Dari cerita ini sendiri sebenarnya ada makna yang dapat di ambil untuk kehidupan sehari hari, dimana sebenarnya beban hidup setiap orang itu berbeda beda. Kita tidak boleh iri dengan kehidupan orang lain karena memang setiap orang menanggung bebannya masing masing. Sama seperti sang katak yang memiliki kemampuan lebih, ia harus menghadapi bahaya setiap harinya, berbeda dengan sang keong yang memang setiap harinya menghadapi hidup yang berat, namun ia justru tidak pernah di hadapkan dengan bahaya. Kita sebagai manusia harus bisa melihat hal ini sebagai hal yang positif. Setiap orang memiliki beban hidup yang berbeda beda. Jika kamu terlahir sebagai katak, tidak perlu lah kamu iri dengan keong yang memiliki pertahanan yang kuat, atau jika sebaliknya, jika kamu terlahir sebagai keong, tidak perlu lah kamu iri dengan katak yang memiliki skill meloncat dan berenang, karena ini semua tidak akan ada habisnya. Jadi nikmatilah hidup kamu sendiri.