Momok Terbesar Kabupaten Tangerang: Gunung Sampah di TPA Jatiwaringin!
Ariesta Chavia Zagita
15417109
Setiap hari manusia tidak pernah lepas dari kegiatan mengolah, menggunakan, atau mengonsumsi sesuatu. Ribuan bahkan jutaan sumber daya digunakan untuk mengubah bahan baku menjadi bahan siap pakai. Barang pakai yang sudah tidak dapat digunakan lagi akan menjadi sampah. Jika jutaan produk diproduksi setiap harinya, maka akan ada jutaan sampah setiap harinya. Sampah yang selalu dihasilkan oleh rumah tangga tidak dapat dihindari walau sangat tidak diinginkan oleh masyarakat. Oleh karenanya, perlu suatu sistem pengelolaan secara terpadu di setiap daerah.
Sebagai salah satu wilayah metropolitan Jabodetabek — kota metropolitan terbesar di Asia Tenggara — Kabupaten Tangerang menjadi daerah yang penting sebagai penyangga aktivitas ekonomi ibukota. Namun kenyataannya, hal sesederhana seperti sampah tidak dapat teratasi. Sampah yang dihasilkan oleh 3 juta jiwa penduduk di Kabupaten Tangerang mencapai 5 juta liter. Selanjutnya, sampah tersebut diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir di (TPA) di Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. Namun, sampah yang dapat diangkut setiap harinya ke TPA hanya setengah dari jumlah tersebut.
TPA Jatiwaringin dengan luas 20 ha ini merupakan tempat pembuangan sampah akhir yang menampung sampah dari seluruh Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, bahkan beberapa dari Jakarta. Berdasarkan uraian Pelaksana Harian (Plh) Bupati Tangerang, Mochammad Maesyal Rasyid, pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin masih menggunakan sistem menumpuk sampah atau open dumpling. Dengan kata lain, sampah-sampah tersebut hanya disimpan, ditumpuk, ditata, dan dirapikan di tempat tersebut. Hal itu menyebabkan terganggunya kebebasan penduduk di Desa Jatiwaringin.
Penumpukan sampah yang saat ini menggunung mengakibatkan keresahan warga di sekitar TPA tersebut. Angin yang bertiup melewati gunung sampah TPA Jatiwaringin menyebabkan aroma tidak sedap yang masuk ke rumah-rumah warga sekitar. Tidak hanya itu, pengelolaan sampat dengan cara dibakar menyebabkan aroma sengit asap. Terlebih lagi, bila musim hujan tiba, banjir kerap terjadi dan sampah pun ikut menggenang. Menurut pakar kesehatan, warga sekitar TPA Jatiwaringin terancam penyakit ISPA.
Pemerintah Kabupaten Tangerang saat ini masih mencari cara yang efektif dalam mengelola sampah. Menurut Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, permasalahan sampah merupakan masalah sosial yang harus diselesaikan oleh semua pihak secara terpadu. Setidaknya dibutuhkan minimal 2 perusahaan, dan maksimal 3 perusahaan untuk mengelola TPA tersebut. Pada tahun 2017 akan diadakan lelang terbuka bagi perusahaan. Selain itu, diperlukan juga kerja sama dari masyarakat untuk membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah juga rencananya akan membentuk Tim Saber Sampah.
Untuk urusan pengelolaan sampah, Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat berkaca kota Surabaya. Kota di Indonesia ini berhasil menjadi role model bagi negara-negara Asia Pasifik. Melalui program 3R yang, masyarakat Surabaya berhasil mengurangi sampah. Pemerintah Kota Surabaya dan UKM di Surabaya dapat mengambil keuntungan melalui rumah kompos dan bank sampah. Pengelolaan sampah di Surabaya difokuskan untuk mengurangi sampah dari sumbernya, sehingga beban pengelolan sampah publik juga berkurang. Anak sekolah diwajibkan untuk membawa piring dan gelas. Biaya angkut sampah ke TPA ditekan. Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) ditingkatkan. Kampanye penggunaan tas plastik daur ulang digalakkan.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten dan Kota Tangerang Raya perlu menggalakkan program yang dapat meminimalisir sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS), dimulai dari rumah tangga. Pendidikan mengenai lingkungan hidup seharusnya diberikan sejak sekolah dasar. Program biaya kantong plastic sebesar Rp200,00 harus lebih ditegakkan lagi. Industri plastik perlu memperhatikan kaidah eco-system sebelum menyalurkan produknya ke perusahaan lain. Pembangunan RTH ditingkatkan di setiap sudut jalan atau perumahan. Hal ini perlu dilakukan supaya sampah yang menggunung di TPA Jatiwaringin tidak lagi membahayakan bagi masyarakat sekitar.
Daftar Pustaka:
http://www.mongabay.co.id/2014/02/27/surabaya-kota-percontohan-pengolahan-sampah-terbaik-indonesia/
https://www.kabar-banten.com/sampah-masih-jadi-masalah-utama-di-kabupaten-tangerang/