Bukan Jokowi vs Prabowo Tapi NKRI vs HTI

Charlie M. Sianipar
Sep 7, 2018 · 2 min read
Joko Widodo vs Probowo Subianto

Jakarta, (CMS 7/9/2018) — Pengamat Politik Denny Siregar mengatakan bahwa pemilihan presiden 2019 sesungguhnya bukan pertarungan Jokowi vs Prabowo, tapi NKRI vs HTI.

“Sejak awal saya selalu menyatakan bahwa Pilpres 2019 ini sejatinya bukan pertarungan Jokowi versus Prabowo, tetapi NKRI versus HTI yang berlindung di balik koalisi Prabowo.

HTI begitu dendam pada Jokowi dan ingin menghancurkannya berkeping-keping dengan tangan ‘orang lain’,” ujar Denny Siregar di Jakarta, Jumat pagi (7/9).

Denny Siregar menjelaskan di luar masalah korupsi, Indonesia sebenarnya adalah negara di Asean yang potensi radikalnya tinggi.

“Lebih dari 20 tahun — sejak 1998 — kelompok-kelompok radikal bercokol di negeri ini. Mereka menguasai tempat ibadah, sekolah, pemerintahan, pengadilan bahkan aparat keamanan seperti kepolisian dan tentara,” ujarnya.

“Kelompok radikal ini dulu sulit sekali dideteksi. Karena mereka berbaju ‘Islam’ agama terbesar negeri ini. Dengan berpakaian ‘ulama’, mereka membangun komunitas-komunitas di mana saja. Tanpa sadar, Indonesia sudah dikuasai mereka dalam ideologi. Ideologi pendirian negara khilafah yang akan meruntuhkan demokrasi,” ia menambahkan.

Denny lebih lanjut menjelaskan, HTI atau Hizbut Tahrir Indonesia adalah gerakan transnasional yang sudah melebur dengan masyarakat Indonesia.

“Mereka dulu dibiarkan berkembang biak, bahkan difasilitasi oleh para politisi dan penguasa untuk meraih suara,” kata Denny. Tulisannya dapat dibaca di sini.

Ia mencontohkan, tahun 2016 dengan entengnya Wali Kota Bogor Bima Arya meresmikan kantor HTI dengan disambut logo besar ‘khilafah’.

“Menakutkan, ketika seorang pejabat ternyata tidak mampu membedakan mana musuh negara,” kata Denny.

Langkah HTI terhenti total ketika tahun 2017 Jokowi membubarkan organisasi besar tersebut yang diperkirakan mempunyai 2 juta anggota.

“Ini pukulan berat bagi HTI yang sebenarnya sudah banyak menguasai elemen-elemen negeri. Pukulan Jokowi ini sekaligus memunculkan ‘kepala ular’ HTI yang bercokol menjadi dosen, rektor sampai guru besar di beberapa universitas negeri,” terang Denny.

Dan HTI jelas dendam, lanjut Denny, mereka akan menghalalkan segala cara supaya Jokowi tersingkir, lalu mereka kembali akan menguasai apa yang pernah mereka kuasai. Hanya kali ini mereka akan lebih agresif dan massif. Sebab mereka punya sejarah pernah dibubarkan dan bisa jadi akan terulang jika nanti muncul pemimpin seperti Jokowi lagi. (AF)

Aku Gak Mau Ganti Presiden | Style Voice
Charlie M. Sianipar

Written by

Master SEO Indonesia, Charlie M. Sianipar penggiat pemasaran online di Jakarta pendiri GALASEO konsultan search engine marketing https://www.charliesianipar.com

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade