Ridwan Safitri

Tugas calon kerabat berhasil membuat saya merasa bersalah, karena tugas ini menyadarkan saya betapa sempitnya lingkar pertemanan saya. Tidak usah jauh-jauh sampai ke fakultas sebelah, di fakultas dan jurusan sendiri saja, masih banyak yang tidak saya kenal, termasuk Ridwan. Parahnya, saya sudah pernah satu kelas bersama Ridwan saat semester 1, tapi kami sama-sama tidak menyadarinya. Saya mengetahui bahwa Ridwan juga mendaftar pers mahasiswa dan memberanikan diri untuk mengontaknya hanya karena namanya tercantum di database angkatan, tanpa saya tau orangnya yang mana.

Ridwan Safitri, lagi-lagi dari Teknik Sipil (15016131), adalah seorang mahasiswa ITB yang sudah mengarungi TPB selama 1 tahun di fakultas yang sama dengan saya. Logatnya yang kental cukup menggambarkan bahwa Ia berasal dari Padang. Entah ia tau darimana, menurut Ridwan, saya adalah pribadi yang baik, dewasa dan tidak memiliki sifat yang jahat. Dari pertemuan saat wawancara ini, saya baru mengetahui bahwa Ridwan sedang mendaftar di komunitas mengajar yang sudah saya ikuti selama satu tahun belakangan ini, yaitu Skhole. Sesungguhnya, saya sudah pernah mengontak Ridwan sebelumnya saat pengumpulan tugas orientasi jurusan. Ridwan yang saat itu sulit dikontak membuat saya teringat akan kejadian tersebut.

Alasan dan harapan Ridwan untuk bergabung dalam pers mahasiswa cukup unik di mata saya. “Ingin melihat kejadian secara objektif (detail),” katanya. Saya pun tertegun sejenak. “Maksudnya gimana tuh?”

“Misalkan ada kejadian seseorang terjatuh karena terpeleset, saya ingin mengetahui lebih detail mengapa ia terpeleset, misalkan karena berat badan atau penyakit. Melihat segala sesuatu lebih mendalam namun objektif.”

Jawabannya yang unik membuat impresi saya terhadap Ridwan bertambah, yaitu sebagai orang yang bijaksana, dan kajian banget. Walaupun pertemuan wawancara tersebut banyak diselingi tawa akibat pembawaan Ridwan yang diam-diam menghanyutkan, kekritisannya tidak dapat ditutup-tutupi.

Tetap semangat, Ridwan!

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Cheryl Emmanuella’s story.