Rizky Novitasari

Satu kloter setiap praktikum di Tahap Persiapan Bersama (TPB), satu ruangan SSDK dan SMPE, serta satu jurusan tidak membuat kami mengenal satu sama lain. Walaupun pertemuan pertama kami sudah lama terjadi (Agustus, 2016), tetap saja pembicaraan kami terjadi saat melakukan tugas calon kerabat pers mahasiswa.

Rizky Novitasari, atau biasa dipanggil Iky adalah seorang mahasiswi Institut Teknologi Bandung, jurusan Teknik Sipil 2016 (15016022) yang berasal dari Cirebon. Pertemuan pertama kami terjadi saat gathering 2 FTSL, di Taman Pasopati (atau biasa disebut Taman Jomblo), saat saya menjadi panitia dan Iky adalah pesertanya. Menurut Iky, saat itu saya terlihat sangat pucat. Sekedar informasi, pucat memang menjadi salah satu ciri khas saya sebagai penderita darah kental yang seringkali alergi terhadap lipstick.

Walaupun kami tidak mengenal dekat satu sama lain, tapi di mata Iky, saya adalah sosok yang aktif di berbagai kegiatan fakultas (FTSL) dan jurusan. Sering berinteraksi di group angkatan sebagai anggota dari divisi humas dan sosial FTSL ITB 2016 adalah bukti yang mendukung pernyataan Iky. Salah satu hal yang paling diingat Iky tentang saya adalah kebiasaan saya yang selalu berbicara “aku-kamu”. Mungkin ini terkesan biasa saja di lingkungan perkuliahan ITB, tapi sebagai mahasiswi yang berasal dari Jakarta hal ini memang jarang terjadi. Iky pun merasa, saya adalah orang yang tidak pernah marah dan berperilaku baik.

Mengingat jawaban Iky saat ditanya mengenai hobbynya di acara SSDK, tidaklah mengherankan bagi saya apabila ia mendaftarkan diri menjadi anggota pers mahasiswa. Kesukaannya terhadap kegiatan menulis, terutama menulis teen fiction, membuat Iky ingin memperluas kemampuannya lebih lagi. Berpindahnya aliran Iky dari menulis fiksi menjadi menulis berita disebabkan karena pengalaman magangnya menjadi seorang penulis konten di perusahaan BFO (Buy For Others) selama libur Idul Fitri.

Besar harapan Iky untuk mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat bagi dirinya apabila sudah menjadi anggota pers mahasiswa. Ia ingin berpikir lebih kritis lagi mengenai hal-hal di dunia ini, terutama hal-hal di sekitarnya.

Tetap semangat, Rizky Novitasari!

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Cheryl Emmanuella’s story.