aku ingin hidup dalam ciuman kita senantiasa
agar aku tetap merasa dicintai tanpa takut kehilangan

aku ingin mengabadikan aku dalam ciuman kita
sebab hanya bibirmu yang selamatkan aku dari kematianku

tenggelamkan aku sepenuhpenuhnya ke dasar ciuman kita
hanya di situ matiku menjadi hidup

bibirmu, lumpur hisap
di ciuman kita,
luka yang menghuni seluruhku di lalu itu
terbenam dan merdeka selamanya

hidupkan aku
lewat ciuman kita

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Siska Permata Sastra’s story.