Merdeka

Hanya orang gila yang bebas merdeka. Orang waras masih terkungkung norma-norma belaka. Hanya orang gila yang bahagia bebas lepas tanpa beban hidup. Orang waras masih harus bekerja, berangkat pagi, pulang larut malam, gaji hanya cukup sangu nasi tempe tiga kali sehari selama sebulan. Belum pula cicilan ini itu anu ini unu! Belum lagi tuntutan dari kanan kiri atas bawah. Tekanan samping kiri kanan. Ha ha ha.

Uang memang segalanya. Tapi orang gila tak perlu uang. Makan dikasih dari langit, minum pun dari langit. Tak perlu kerja, hanya perlu tidur di atas bumi Tuhan. Jadi siapa yang paling dikasihi Tuhan? Ha ha ha.

Uang juga tak jamin orang jadi bahagia. Atasan saya sendiri menderita gangguan jiwa biar uangnya menggendut di rekening. Setiap hari dinyinyiri karyawan, setiap hari disinisi obrolan para OB dan resepsionis. Dia memang gila, tetapi banyak uang, tetapi hidupnya tak bahagia. Jadi gila seperti apa yang bahagia? Ha ha ha.

Punya kerja, mengeluh. Menganggur, tambah banyak keluhannya. Manusia waras memang banyak problema. Beda dengan orang gila yang tak berproblema. Rasa malu saja tak ada, bagaimana problema bung? Apa itu problema? Ha ha ha.

Coba sebutkan kelebihan orang waras dibanding orang gila? Berpikir? Hah? Kamu pikir berpikir itu kelebihan? Itu adalah ujian, bung! Pikiran membuat Anda tak merdeka. Logika membuat Anda terkungkung!

Cuma orang merdeka yang bebas merdeka.

Cuma orang gila yang bebas merdeka.

Cuma orang jatuh cinta yang merdeka.

Ya cinta gila.

Apa pun yang gila, itulah yang paling merdeka di dunia ini. Iya, betul! Ha ha ha.

)

Siska Permata Sastra

Written by

a most peculiar woman; old fashioned; capricornus

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade