Segala

Segala yang mati menjadi udara. Jiwa-jiwa yang mengembara. Tak lagi membara. Padam sudah itu kau punya bara dalam dada; yang pernah terbakar, yang pernah risak dalam derai tawa. Kau bawa pulang semua lara. Langit membentang luas menampung segala dosa. Hujan turun merintik di kaca jendela. Semua orang berduka. Tapi hilang sudah semua kau punya nestapa. Udara menjatuhkan kau sebagai hujan atas segala kau punya pahala dan dosa. Gugurlah segala kata-kata. Tanah menampung semua cerita pada mereka yang duka. Lesap dari segala hiruk-pikuk, kau mengubah diri jadi cahaya; yang tidak dikenal siapa-siapa.

Depok, 12 Maret ’17

Photo by: Saul Leiter

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Siska Permata Sastra’s story.