Awan Kelabu begitu juga dengan Perasaanku

Enter your name
Nov 8 · 2 min read

Tadi siang hujan, siang biasanya dapat terbayang dengan sinar matahari yang membakar kulit, panasnya yang membuatmu mengernyitkan dahi, dan cerah.

Tapi, siang tadi tidak seperti siang biasanya.

Siang tadi kelabu. Awan mendung, setelah mengeluarkan apa yang disimpannya. Hujan.

Setelah hujan biasanya akan ada langit biru, gumpalan awan yang menakjubkan, dan kemilau sinar matahari yang kuning. Menciptakan aroma bau tanah khasnya, aroma setelah hujan.

Tapi, siang tadi tidak seperti itu.

Awan masih kelabu..

Kupandang awan dibalik kaca, dia masih dengan warna abunya.

Semilir angin seperti memeluku lembut..

Perasaanku tak terbendung lagi, mataku berair..

“Bagaimana jika aku temukan namamu dan nama seseorang dalam kartu undangan?”

Siang, sebelum hujan, saat matahari membagikan kemilaunya yang indah,

Aku melihat story WA teman-teman, ada satu yang membuatku lesu. Pamflet dengan gambar dua insan, disertai dua nama dari dua nama keluarga. Sebuah undangan, undangan pernikahan.

Hatiku tertunduk. Diam-diam, temanku ini menyebar undangan.

Tidak ada aba-aba, tidak ada tanda-tanda dia akan menikah.

Yang dia bagikan di story WAnya hanya sekitar kegiatan sehari-hari dan renungan yang bermanfaat.

Dan hari ini. Dia menyebar undangan di story WA.

Bagaimana jika kamu diam-diam mendamba seseorang?

Bagaimana jika kamu diam-diam merencanakan hidup dengan seseorang?

Bagaimana jika kamu diam-diam meminang seseorang?

Sementara aku,

Diam-diam tanpa kau tau aku disini mati perlahan

Diam-diam tanpa kau tau aku disini menangis kala malam

Diam-diam tanpa kau tau tau aku disini banyak merasakan patah

Diam-diam tanpa kau tau aku selalu mecoba untuk hidup seperti biasanya

Diam-diam..

Tanpa kau tau..

Aku melihat awan.. Warnanya masih abu..

“Bagaimana jika aku temukan namamu dan nama seseorang dalam kartu undangan?”

Semilir angin seperti memelukku dengan lembut..

Mataku berair..

Perasaanku mendadak ingin didengarkan, aku ingin menangis dipundak seseorang.. Dipelukan seseorang, sembari dinasihati, perihal keikhlasan melepaskan, perihal indahnya melepaskan.. Nasihat yang menyejukan hatiku, yang menguatkan kakiku, untuk berjalan..

Bandung, 11 November 2019.
Perpustakaan

    Enter your name

    Written by

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade