Bentuk sebuah pengabaian

Akan kulupakan desir angin bersama harummu ditempat kenangan diujung senja.. Apakah aku tidak sayang? Tidak!

Bentuk acuhku, menggila hingga pecah kepalaa. Niat ingin menarikmu. Mencambukmu yang Ku dapat. Mual perut akibat hati dan pikiran berbeda jalan. Penyesalan datang menghantam kepala. Limbung , dan jatuh.

Masuk lubang yang sudah kupersiapkan sendiri tanpa aku sadari. Melolong, memanggil nama-Nya.

Bentuk sebuah pengabaian. Mengakibatkan kematian hati, mati rasa. Raga mati ini berjalan tanpa tujuan. Hanya berjalan Dan berjalan, tanpa persinggahan. Meninggalkan semua harapan yang disodorkan.

Sebuah pengabaian, sebuah pembunuhan diri. Aku bisa, aku kuat pikirku. Tapi kenyataan akhirnya menampakan kebenarannya. Tersiksa yang kudapat.

Bentuk sebuah pengabaian. Menenggak sianida sendiri.

Tamat.

Like what you read? Give Cho. a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.