Hari-hari silih berganti, tetapi hati masih saja berdiam pada seseorang yang salah.

Ah, tidak…
Tidak mungkin salah.

Dia yang benar-benar mencintaiku, tidak mungkin menyakitiku. Aku tau betul perjuangannya melembutkan hatiku yang kerasanya melebihi batu karang ini. Waktunya yang banyak terbuang sia-sia hanya untuk menahklukan aku. Apa mungkin hati seseorang dapat berubah secepet membalikan telapak tangan?

Ah, tidak…
Tidak mungkin secepat itu

Logika berkata pergi tapi hati? Sudahlah. Ini terlalu berat. Hati selalu berkata: “cukup ini?”. Iya benar, aku belum sanggup pergi. Banyak sekali cerita yang kita tuliskan di kertas putih itu. Hingga kini warnanya berubah. Menjadi hitam sehingga tak dikenali. Begitu banyak benang bewarna yang sudah kita rajut, tapi apa? Benang itu kusut. Dan sulit memperbaiki benang kusut. Lebih mudah menggunting bagian yang kusut, kemudian sambung dengan benang yang baru.

Tapi aku? Aku belum sanggup menggunting benang itu. Terlalu tumpul gunting yang kugunakan. Aku belum tega. Sama sekali belum tega.