Saya pikir lagi, kenapa sih gubernur harus disamakan dengan pemimpin ? Kenapa nggak tukang mengelola pembangunan propinsi aja ? jadi masalah nggak kalo konteksnya gitu ?
Pikiran “Manusia” ku.
Anita K. Arum
32

Gubernur, Pemimpin, dan Pembangunan

Tulisan Mbak Anita K. Arum ini menarik buat saya. Terima kasih karena telah berbagi unek-uneknya. :)

Menurut mereka (yang Mbak Anita maksud “muslim keturunan”) yang memang tetap mempelajari Islam, makna kata pemimpin adalah juga pengabdi selain daripada (dan sekaligus) pembimbing. Sama seperti pengertian yang telah ada dan umum diketahui oleh masyarakat selama ini. Saya pernah tahu, pengertian seperti itu juga yang pernah disampaikan oleh pemimpin kedua pasca meninggalnya Nabi SAW., yaitu Umar putra dari Khattab (mohon dikoreksi kalau ternyata saya salah).

Gubernur bisa jadi bukan pemimpin dan hanya sebagai pengelola pembangunan provinsi. Tapi sayangnya tugas seorang gubernur lebih dari sekadar mengembangkan wilayah provinsi. Ada hal-hal yang lebih luas daripada itu. Banyak hal yang memerlukan tanda tangan (persetujuan) gubernur. Artinya, gubernur juga turut andil berpikir bersama timnya untuk mengambil suatu keputusan, kebijakan. Ini juga merupakan salah satu tugas pemimpin. Andai seorang gubernur hanya sebagai pengelola pembangunan di sebagian wilayah negeri ini, saya setuju bahwa gubernur tidak perlu disamakan dengan pemimpin.

Ini juga cuma pendapat saya saja, dengan keterbatasan yang saya punya. Saya juga sama Mbak, “muslim keturunan” yang lahir dari seorang ibu yang ikut masuk Islam bersama ayah beliau.

Salam sejahtera.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.