Relasi Persma Secara Internal dan Eksternal
“Mencerahkan, mencerdaskan”, slogan tersebut bukanlah suatu hal yang asing terdengar di dalam kampus ITB. Slogan tersebut memiliki makna dimana mencerahkan artinya membuat Massa kampus notice terhadap suatu berita dan mencerdaskan yang berarti memberi pengetahuan kepada para pembaca agar mengetahui suatu hal yang bersifat faktual dari suatu isu di kampus dan di luar kampus ITB. Itulah hal yang mendasari pergerakan dari Unit Kegiatan Mahasiswa yang bernama Pers Mahasiswa Institut Teknologi Bandung atau yang sering disingkat Persma ini.Seperti yang kita tahu, dari namanya saja Pers Mahasiswa, berarti anggota Persma itu sendiri melakukan berbagai macam kegiatan dalam bidang jurnalistik, seperti mencari data, mengolah data, Wawancara, menulis, layouting, dan masih banyak lainnya. Tapi yang tidak tampak dari sudut pandang massa kampus adalah bagaimana sih hubungan yang terjadi antar sesama anggota Persma dan Persma dengan anggota KM ITB lainnya ?
Dalam hal ini saya berkesempatan mewawancarai dalam bentuk obrolan santai(non-formal) beberapa kerabat persma yang ada di sekre pada saat itu. Antara lain : Shevalda Gracielia(IF’16), Haura Zidna Fikri(TF’16), Tharriq Izzah Ramadhan(TI’16), Michael Hananta Utomo(BE’16), dan Bella Sofie(AR’17).
Hubungan sesama anggota Persma ? Damai aman sejahtera ?
Para kerabat Persma merupakan pribadi yang berasal dari berbagai macam jurusan dan tahun yang berbeda-beda. Tetapi, rasa kekeluargaan antar sesama anggota Persma itu begitu terasa dalam pandangan saya selama saya berada di Sunsken court E-02 itu. Dalam kesehariannya, para kerabat menyempatkan waktu untuk singgah ke sekre pada jam sebelum dan setelah kuliah untuk bercengkrama, gossip, serta membahas isu-isu di kampus dan di luar kampus yang sedang hangat. Dari aktivitas keseharian tersebut, anggota Persma dapat saling membagi pengalaman, pengetahuan, dan sudut pandang mereka masing-masing. Untuk kegiatan periodiknya, Persma mengadakan rapat redaksi untuk membahas pemberitaan isu, mengadakan berbagai kompetisi terbuka kepada massa kampus, seperti sayembara menulis cerpen dan opini serta lomba fotografi dan masih banyak lainnya. Selain itu, untuk mengurangi beban pikiran, dalam Persma juga terdapat kegiatan persmain yang dimana para kerabat melakukan aktivitas refreshing seperti nonton film bareng, jalan-jalan, dan berkunjung ke suatu tempat Dan kegiatan ini isinya berbeda-beda tergantung keputusan dan keinginan para kerabat itu sendiri. Pada umumnya, kedekatan antar sesama dapat dibentuk pula melalui nginap bareng di sekre, tetapi uniknya, hal ini tidak dapat direalisasikan karena pada sekitar pukul 11 malam satpam akan mengecek setiap sekre di daerah Sunsken Court dan menghentikan seluruh aktivitas unit serta menyuruh mereka pulang. Dan hal ini berbeda dengan unit lain yang sekrenya tidak berada di daerah Sunsken Court yang tidak dicek secara berkala.
Bagaimana dengan hubungan Persma dengan anggota KM ITB lainnya ?
Hubungan Persma dengan pihak lainnya dalam kampus dapat terbilang cukup baik. Karena pada substansinya Persma merupakan unit media sehingga akan selalu terhubung dengan seluruh Massa kampus. Antar kabinet KM ITB dan Persma terutama, terdapat beberapa hubungan penting seperti dalam hal ini Persma membantu memberitakan kegiatan dan informasi dari kabinet yang berhubungan dengan Massa kampus, contohnya seperti ketika kabinet mengundang kampus lain Dan pihak tertentu untuk datang ke ITB dalam rangka membentuk suatu kerjasama, pada kasus ini pihak kabinet akan mengundang pihak Persma untuk meliput mengenai hal ini, begitu pula dengan kegiatan seperti OSKM, OHU, dan masih banyak lainnya. Selain dari kabinet, Persma juga sering dipanggil untuk menuliskan berita mengenai prestasi dan kegiatan unit lain, aktivitas dan sidang kongres, beberapa hal yang berkaitan dengan HMJ, serta berbagai macam keputusan rektorat ITB. Uniknya, di ITB selain Persma juga terdapat banyak unit media lainnya, seperti GTV, ARC, RK, 8eh, LFM, dan Boulevard. Tetapi, dalam hal ini relasi antara unit unit tersebut terjalin dengan baik tanpa adanya kompetisi yang tidak sehat diantaranya. Seperti dengan Boulevard contohnya. Dalam aspek produk cetak, Persma menerbitkan Koran ganeca pos yang gratis sedangkan Boulevard menghasilkan majalah boulevard yang dijual dengan harga tertentu. Tidak ada pertikaian produk antar keduanya untuk saling menjatuhkan dan meningkatkan jumlah pembaca, hal tersebut tergantung lada minat pembaca itu sendiri, melainkan pihak Persma melihat ini sebagai teman sesama passion dan menjaga hubungan yang sehat antar sesama rumpun media kampus.
.
Muhammad Cikal Merdeka
16018082
#osjurpersmaitb2018
