Rate 8,9% Menjadi Salah Satu Keunggulan Dari KPR Bank bjb.

Kasus tingginya permintaan akan kebutuhan rumah semakin memberi jurang lantaran harga tanah terus meningkat. Selama kurun waktu lima tahun masa bekerja, rata-rata pendapatan seorang pegawai hanya mengalami kenaikan sebesar 10%. Sementara pertumbuhan harga rumah mengalami kenaikan hingga mencapai 20%.
Layaknya sandang dan pangan, rumah merupakan kebutuhan primer yang diperlukan seluruh lapisan masyarakat dalam melanjutkan keberlangsungan hidup. Namun, kenaikan harga rumah dinilai tidak sebanding dengan rata-rata pertumbuhan pendapatan masyarakat Indonesia.
Fenomena tersebut yang kemudian ditanggap serius oleh Pemerintah Indonesia dengan berupaya mempercepat penyediaan rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri. Tentu upaya tersebut perlu mendapat dukungan dari pihak perbankan selaku penyedia Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Pasalnya hingga kini masih terdapat sekitar 945.000 ASN, 275.000 TNI, serta 360.000 anggota Polri yang belum memiliki rumah permanen.
bank bjb yang merupakan salah satu perbankan terbesar dan berkinerja terbaik di Indonesia melihat peluang tersebut sebagai sebuah lahan pengabdian kepada masyarakat. Caranya dengan berupaya meningkatkan penyaluran KPR bank bjb, tanpa melupakan unsur prudence dan pertimbangan risiko yang matang.
“Kami menangkap peluang yang dibicarakan oleh bapak Presiden untuk mempercepat penyediaan perumahan,” ujar Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan di Jakarta beberapa waktu lalu.
Penyaluran KPR bank bjb sendiri terus meningkat di setiap tahunnya. Rata-rata kenaikan tumbuh sebesar 10% dari capaian di tahun sebelumnya. Catatan tersebut diraih lantaran target manajemen bank bjb terkait penyaluran KPR selalu dapat dipenuhi. Pada tahun 2018, bank bjb menargetkan penyaluran KPR sebesar Rp2 triliun.
“Target dari manajemen bank bjb terkait KPR di tahun 2017 tercapai 101% dengan eksekusi sebesar Rp1.8 triliun di seluruh Indonesia. Artinya di tahun 2017 target tercapai hingga 12%. Sementara selama triwulan I tahun 2018, target kembali dapat tercapai,” ujar Pimpinan Divisi KPR dan KKB bank bjb, Agus Kurniawan, Jumat (4/5/2018).
Rate bunga yang bersaing dengan besaran 8,9% menjadi salah satu keunggulan dari KPR bank bjb. Terlebih bank bjb memiliki segmentasi yang jelas, yakni kelas menengah dengan rata-rata kredit dibawah Rp1 miliar per unit rumah.
“Retail memiliki pangsa pasar yang banyak dengan tingkat risiko rendah. Penyaluran KPR bank bjb secara keseluruhan berada di kisaran Rp250.000 per unit,” ujar Agus Kurniawan.
Namun terkait upaya pemerintah untuk menyediakan rumah bagi ASN, TNI dan Polri, bank bjb menyerahkan kebijakan dan ketentuan kepada pihak regulator yang dalam hal ini berarti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pasalnya, ketentuan yang berlaku saat ini mengharuskan perbankan hanya dapat melakukan penyaluran KPR dengan loan to value atau memerlukan sistem uang muka. Sementara kebijakan pemerintah terkait penyediaan rumah ASN, TNI dan Polri memungkinkan tidak adanya sistem uang muka.
“Artinya harus ada regulator yang mengatur karena bank masih merujuk pada aturan sebelumnya. Namun secara teknis dari sisi produk, tidak masalah. Pemerintah sendiri tengah melakukan pemetaan di segala unsur. Maka antara keinginan dan ketentuan harus disejajarkan,” ujar Agus Kurniawan.
bank bjb terus berupaya mendukung penyaluran kredit perumahan terhadap end user. Langkah tersebut diaplikasikan melalui pemberian beragam program kompetitif untuk rumah komersial bagi masyarakat umum dan pengembangan kerja sama dengan developer terkait perumahan bersubsidi.
Pada tahun 2018, bank bjb menargetkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Rumah (FLPP) sebanyak 1.200 unit rumah. Bahkan sebelumnya bank bjb sudah lebih dulu bekerjasama terkait KPR dengan beberapa perusahaan, di antaranya Asabri dan BPJS Ketenagakerjaan.
“bank bjb mengusulkan kuota 1.200 unit rumah (FLPP) untuk tahun 2018. Dari 1.200 unit tersebut telah dieksekusi sekitar 300 rumah hingga bulan April 2018,” ujar Agus Kurniawan.
Source: Ayo Bandung