Ketika Rembulan dan Mentari Jatuh Cinta

Saat malam tiba
Redup cahaya rembulan menyembul
Hening tercipta antar bintang-bintang
Kejora hanya berlari sesuka hati
Riuh rendah angin menelisik punggung-punggung daun
Elok nyanyian jangkrik mengantar tidur

Saat siang tiba
Mentari gagah menyinari pucuk-pucuk gedung
Awan tampak cantik dengan bias cahaya kuning dibaliknya
Siluet bayang-bayang gedung beriringan, nampak romantis
Ada yang cemburu, sang surya menggerutu
 
Ketika senja mulai memanjat awan,
Sang mentari terkejut akan sesosok rembulan, begitu pula rembulan
Tidak bertatap muka, hanya hampir melewati dalam satu garis, namun masih dalam jarak yang jauh

Sang surya jatuh hati,
Dibenaknya, hanya rembulan lah ciptaan terhebat
Sang rembulan pun merasakannya
Keduanya saling menanti, bertemu pada garis yang sama
Keduanya menanti, bertemu pada jarak yang lebih dekat
Keduanya menanti, hingga waktu gerhana datang

Surabaya, 2016

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.