When You Love Someone, You Never Give Up on Them

Pinterest2017
Aku tahu ini sulit, tapi kamu harus melaluinya. Aku sangat menyesal tak membantumu.

Kala itu, Dia tiba-tiba murung untuk semua hal. Dia mendadak bisu tak mau bicara. Dia tidak mau semua orang tahu. Tapi Dia, tak sengaja melirikku saat aku menengoknya dari jauh. Aku tau Dia sedang bertarung dengan batinnya, namun enggan membagikannya.

Khawatir, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Maka aku hanya diam dan memerhatikannya saja dari kejauhan. Dia memberontak dan memaksaku pergi. Oleh karena aku berpikir bahwa aku tak bisa berbuat apa-apa, maka aku pergi. Aku turuti semuanya, karena aku tak mau menambah bebannya. Kupikir. Semua. Akan. Baik-Baik. Saja.

Rupanya.

Aku masih terlalu muda untuk menangis karena ditinggalkan, dan sekarang aku merasakannya. Baru kemarin aku melihat senyumnya, hari ini aku melihat jasadnya. Aku tidak tahu bagaimana semua ini bisa terjadi. Siapa yang merancang semua ini? Siapa yang membuatnya tidur?

Jangan tinggalkan dia yang sedang bertarung dengan dirinya sendiri. Sama sekali bukan merupakan langkah yang tepat. Membiarkan dia berjalan sendiri akan membuatnya semakin lemah, meski itu yang ia minta. Dia butuh dukungan. Dia menyuruhmu pergi alih-alih hanya tak ingin merepotkanmu. Dampingi dia bukan meninggalkan dia. Aku yakin kamu punya lebih dari seribu cara untuk menemaninnya, jika kamu mau. Jangan seperti aku, yang bersikap bodoh meninggalkan dia, dengan harapan semua akan baik-baik saja. Untuk mereka yang membaca ini, jangan sia-siakan cintamu.

Selamat tidur, dia. Dia yang paling aku cinta.

From me,

Forever yours

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.