It’s getting real

Remember the story I told you about the executives thing? Well, it’s just getting started. Pre proposal done. Hearing tomorrow. Launching the board of directors the day after tomorrow. IT IS GETTING REAL.

Personally, gue sudah mulai merasa nyaman dengan ke-empat partner executive gue. Awal kita kumpul bareng, jujur gue merasa skeptis dengan mereka. Will I ever fit with them? Am I good enough to be in the same position with them? Full of doubts. Tapi dari hari ke hari, gue mulai sadar. Kita semua punya keahlian dan kelebihan masing-masing yang memang melengkapi satu sama lain. Ada si otak yang punya ide-ide dan inovasi gila, ada si pemimpin yang punya wibawa dan selalu jadi penengah, ada si hantam yang akan selalu menjadi ‘si hantam’ di tim ini, ada si gila yang selalu bisa jadi ice breaker. And there’s me, si pendiem dan rapih yang akan menjadi the face of keluarga biru.

Jujur, saat bersama mereka, selalu ada momen dimana gue akan merasa minder. Selalu. Karena mereka emang sehebat dan sequalified itu. Tapi, baru gue sadari, I am needed. That’s all. That’s what matters the most for me. Even though I always feel not good enough, the reality is they need me. It’s just me, it’s all just in my mind. Gue hanya bisa berharap gue akan benar-benar melengkapi mereka. Gue bukanlah seorang brainstormer yang baik, jujur gue adalah orang yang sangat sensing, ide-ide gue gak se out of the box mereka. Gue juga gak pinter-pinter amat untuk bisa menciptakan tema acara. Wording? Don’t ask me, you’ll find this journal boring. Well, harus gue akuin gue orang yang sangat rapih, tapi di tim ini ada orang yang lebih rapih lagi daripada gue. Melihat kondisi yang kayak gini, gue hanya bisa berharap gue akan berkontribusi banyak di tim ini di masa depan nanti. Gue sangat berharap. Dan gue akan berusaha.

So, wish me luck, wish us tons of luck! Especially for the hearing tomorrow:)

Thanks, reader!

xoxo