“Ga ada orang yang tugasnya wajib ngebahagiain kamu”

Hubungan,,,!!!!

Ya, Akan menjadi kata yang sangat sensitive dimanapun, kapanpun dan untuk siapapun. Mempunyai makna yang relative tergantung cara orang memaknainya, baik itu dengan keluarga maupun orang lain, baik itu teman, teman yang mendapat prediket Sahabat, atau orang lain yang kamu anggap kekasih.

“Ga ada orang yang tugasnya wajib ngebahagiain kamu”. Mungkin ini menjadi kalimat pedas untuk siapun yang membacanya, bahkan untuk ku sendiri, tapi ini sisi lain dari kata “ hubungan” yang harus aku, kamu, dan mereka pahami.

Keluarga tetaplah keluarga,,,!!!

Sama sekali ga ada hal apapun yang ngebuat kita bisa berpisah dengan keluarga . Mau sebusuk apapun, mau sebejat apapun, bahkan ketika orang lain menganggapmu sampah bahkan menganjingkanmu, meraka yang kau sebut keluarga tetap memelukmu. Sekalipun keluarga adalah hubungan yang tererat didunia ini, bukanlah kewajiban mereka untuk membuatmu bahagia. Sejatinya, kebahagiaan seperti apa yang kau mau, seharusnya sepert itulah usahamu,

Sahabat, , ,!!!

Teman dari beberapa diantaranya yang kau berikan prediket Sahabat. Mungkin mereka yang sering menghabiskan waktunya denganmu, yang sering kau teriyaki dengan cerita-cerita mu yang sebenarnya tidak penting bagi hidup mereka. Atau mereka yang sering meminjamkanmu uang, yang sering antar jemputmu, yang sering meng- cover makanan mu saat hang out, yang kisah cintanya sama denganmu, yang mungkin visi misi nya sama denganmu, atau mungkin yang dibutuhkannya ada pada mu (azaz mamfaat), atau dan atau bla bla bla…………… (karna akan ada banyak alasan mengapa orang dekat denganmu).

Kekasih,,,!!!

Prediket seperti apa ini (?) bagaimana memaknainya (?), di umurku yang di 22 tahun 10 bulan, ntah bagaimana cara yang tepat untukku maknai kata ini. Tapi yang ingin ku jabarkan disini, terlepas dari ikatan pernikahan, lawan jenis yang tidak sah itu tetaplah orang lain, bahagiamu juga tidak ada ditangannya. Bukan kewajibannya membahagiakanmu, bukan hakmu memaksanya menuruti keinginanmu, namun kau hanya berhak menyajaknya untuk membentuk kebahagiaan itu.

Sering kecewa? Ya, karna sering terlalu berharap dan memaksakan kehendak agar orang lain membahagiakanmu. Ku ulangi sekali lagi “Ga ada orang yang tugasnya wajib ngebahagiain kamu”. Kamu hanya bisa mengajak mereka untuk membentuk kebahagian itu. Tidak maupun itu hak mereka!

Mereka seenaknya padamu? Kau merasa dicari saat mereka butuh? Kau ditanya saat mereka perlu? Mereka datang sesuka hatinya? Itu hak mereka, bahkan kau juga berhak seperti itu pada mereka. Itu sangat manusiawi, tak ada yang berhak marah namun yang membedakan hanya bagaimana kau dan mereka melakukan hal timbal balik itu, ada yang langsung, ada yang tidak langsung, ada dengan cara lembut ada dengan cara kasar. Ya, hanya dengan cara yang berbeda-beda.

Ini hanya Secuil saja gambarannya, yang sering terjadi, tidak menyindir walau mungkin ada yang tersindir. Ketika kau pahami cara menjalin hubungan, kau harus pahami benar apa yang kau butuhkan. Karna kau tidak berhak memaksakan orang lain masuk kesetiap imaji atas apa yang kau inginkan. Jangan terlalu berlebihan ntah pada siapapun , semua ada porsinya.

Urusi hidupmu, karana orang lain juga sibuk mengurusi hidupnya. Urusilah hidup masing-masing!!!

Sekali lagi ku ulangi “Ga ada orang yang tugasnya wajib ngebahagiain kamu”, Kau hanya bisa mengajak mereka membentuk kebahagian itu, tidak maupun ,,, Itu Terserah….!!!!!!!!!!!

Karna Apapun Hubunganmu dengan mereka , ga ada orang yang tugasnya wajib ngebahagiain kamu…!!!!

#Jangan menaruh harapan pada orang lain. Tidak bermaksud menjudge siapapun. Mencoba menjabari hal biasa yang terlupakan dari sisi lain sebuah hubungan (selain keluarga). Orang lain tetaplah orang lain. Mereka punya banyak alasan meninggalkanmu disuatu saat nanti.