Sistem Bodoh!
Akhir-akhir ini di sosmed lagi pada mengkritik pakgub DKI gara-gara sistem e-Budgetingnya yang doi bilang nggak “smart”. Saya prihatin.
As a product person, I feel concerned about the team who built the system itself. Mind you, it’s not easy to build a digital product.
Selama jadi UX Designer selama beberapa tahun belakang ini, I actually built a number of products that is not that “smart”. Kenapa? Ya gitu deh, karena keterbatasan waktu, banyaknya scope dari stakeholders, kurangnya software engineers, dan belom lagi kurang waktu untuk testing — therefore, we need to cut down some features ruthlessly.
This what we call MVP aka Minimum Viable Product. In short, we need to make sure that we are meeting the product’s basic functionalities during release. We prioritise them by asking some questions like…
- Apa fitur ini benar2 berguna buat user? Gimana supaya sistemnya jadi lebih secure?
- Apa ada cara lain yang lebih mudah & murah supaya menghasilkan outcome XYZ daripada membangun sistem otomatis yang butuh waktu implementasi yang lama & mahal?
Jadi memang inilah yang membuat product di dunia ini nggak sempurna. Saya sih enggak tau seberapa “bodoh”nya sistem e-budgeting bawaan Pak Basuki. During hand-over, previous owner of the product has to align with Pak Anies on what the system can do and cannot do. Terakhir sih liat di artikel ini bahwa Pak Anies udah tau kondisi sistemnya seperti apa dan dia bilang mau upgrading. Mantap.

Prahara Lem Aibon
Katanya sih lem aibon nya salah input. Namanya juga manusia, pasti ada human error. So, can the system be smarter to mitigate this risk? Can… How?
Misalnya input 82 milyar buat beli lem aibon, tapi karena sistemnya smart, waktu user klik submit, ada warning message kayak gini:
“Eh gundul, gua baru check inventory harga dan kuantitas lem aibon yang lo beli taun lalu, kita belinya ngga segini loh. Trus ini udah over-budget untuk kategori belanja Alat Tulis Kantor. Coba lu cek lagi.”
Semacem itu lah.
Buat netizen yang budiman, I have to say that it takes time to fix and iterate a product. Sabar ya. But tim produknya Pak Anies, saya kirim bola semangat virtual to fix all those bugs and adding new features to safeguard all the taxpayers’ moolah.
Ok deh bye for now gonna continue watching my Big Bang Theory. Our wholeeeeeee universe was in a hot dense state…
