Written August Series — Day 17: Independent
Aug 23, 2017 · 1 min read

Napasku tersengal.
Kakiku lemas.
Keringat membasahi tubuhku,
adrenalin membakar diriku.
Aku berdiri bersandar kepada pohon beringin,
berdiri sendiri,
di tengah bukit.
/
Desaku indah.
Tapi bukan untukku.
Aku harus pergi.
Maaf ibu,
maaf ayah.
Aku bukanlah untuk desa.
/
Menginjakkan kakiku ke luar kereta,
membopong tas berisi baju,
tak lupa rantang nasi buatan ibu.
Aku melawan.
Maka aku harus berhasil.
Ini pilihanku.
Ini waktuku untuk bersinar.
Selamat datang, aku.
Ini hidupmu yang baru.
(d. 17/8/23. 6pm.) | berdiri sendiri |
