Hati.

Betapa kata ini begitu disalahgunakan. Entah bagaimana asal-usulnya, tapi sebuah organ di bagian kanan atas abdomen tepat di bawah diafragma juga disebut hati, atau hepar. Hati juga sering dikira berada di tengah-tengah dada. Padahal apa yang sebenarnya ditunjuk orang-orang yang berkata hati ada di tengah dada itu adalah jantung. Jantung pun tak benar-benar terletak di tengah rongga dada.

Baik hepar maupun jantung tak ada yang benar-benar mencerminkan makna kata ini. Hati, kata yang sering dipermasalahkan dalam hubungan antarmanusia. Suatu ‘organ’ yang kadang tersakiti dan tersiksa, tetapi kadang juga membawa kebahagiaan yang luar biasa. Semua berasal dari hati.

Hati mencerminkan perasaan. Perasaan diproses dalam otak. Maka dari itu, hati adalah otak.

To name it is to tame it, benar? Bagaimana lagi cara agar aku bisa menemukan sumber masalah dari kegalauan yang nonsensical dan menjijikkan ini? Dengan menyebutnya sebagai sebuah proses alamiah di otak, aku jadi bisa memaafkan diriku, karena aku harus mengatakan kalimat superklise itu.

“Aku jatuh cinta.”

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Komang Shary’s story.