Tidak Salah Untuk Mencurigai Seseorang

Hari ini kantor saya gempar, karena ada percobaan pencurian motor pada siang hari, dan sayalah satu-satunya orang yang melihat percobaan pencurian tersebut. Kejadiaanya cukup nekat, pada siang hari, di mana kami akan istirahat. Bahkan tidak ada yang memperhatikan kejadian tersebut, padahal saat itu orang di lobby kantor lumayan ramai.

Saat itu saya sedang mau jalan ke mushola untuk ibadah Sholat Zuhur bersama dua teman saya, Adam dan Mas Udin. Di dalam lobby ada beberapa orang, ada Hana, Rizka, dan 2 OB yang baru saja datang membawakan snack untuk rapat bulanan kantor siang ini. Dari dalam kantor saya sudah melihat ada dua orang di luar, keduanya menggunakan helm, yang satu (yang menggunakan sweater warna abu) ada di motor yang dia bawa dengan posisi siap berangkat, dan yang satunya lagi (menggunakan pakaian hitam) sedang berada di motor yang terparkir di depan kantor. Tentu saja saya tidak langsung berpikiran mereka sedang mencoba mencuri, karena bisa saja mereka karyawan kantor sebelah atau tamu atau tukang atau kemungkinan yang lainnya.

Sesuatu yang membuat saya heran adalah, mereka melihat terus ke arah kantor, dan dengan tatapan tajam melihat ke arah saya yang ada di balik pintu kaca. Saya saat itu yang masih terkantuk-kantuk tidak menyadari aksi mereka, tapi saya memperhatikan kedua orang tersebut sedari masuk ke dalam lobby.

Saya terus memperhatikan orang yang menggunakan baju abu sampai saya keluar dari kantor, saat itu waktu terasa sangat lambat, sampai tiba-tiba pria yang memakai baju hitam itu turun dari motor, kemudian pindah ke motor yang sedang ditumpangi pria satunya lagi, sambil menatap mata saya dengan tatapan tajam dan terlihat sangat marah pada saya, dan di saat itulah saya baru sadar saat itu sedang berlangsung percobaan pencurian motor, saya tidak panik dengan berteriak dan mencoba mengejar, tapi saya terus diam sampai motor mereka hilang dari pandangan saya.

Kenapa? Takut tentunya, saya takut mereka nekat mengeluarkan benda tajam atau senjata api, untuk melawan saya. Dan memang mereka belum ‘mencuri’ motor yang ada di situ.

Setelah motor kedua orang tadi hilang dari pandangan, seketika saya berteriak pada Adam dan mas Udin yang ternyata mereka berdua sama sekali tidak menyadari aksi kedua orang tadi, padahal Adam dan mas Udin ini ada di luar kantor bersama saya. Sayapun langsung mengecek keadaan motor yang hendak dicuri tadi, untungnya tidak ada kerusakan pada lubang kunci, mungkin para terduga pencuri tadi tidak mendapatkan waktu yang cukup.

Saya langsung meminta Adam untuk masuk dan meminta Sysadmin kantor supaya mengecek rekaman CCTV. Adam langsung lari terlebih dahulu ke kantor sebelah untuk memastikan bahwa kedua orang tadi bukan karyawan mereka, dan kemudian baru masuk ke ruangan sysadmin. Setelah itu kehebohan terjadi, semua orang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di tempat parkir, dan Adam berusaha menjelaskaan pada orang-orang kantor, sementara saya melanjutkan jalan ke mushola.

Rekaman CCTV memperlihatkan kalau terduga pencuri itu memang sedang melakukan percobaan pencurian motor, terlihat dari aksinya yang mencoba memasukkan sesuatu ke lubang kunci motor, dengan sebelumnya menggeser motor di sampingnya — entah antara tujuannya, apakah supaya tidak terlihat atau supaya ada jarak yang memudahkan dia keluar parkiran dengan cepat.

Seandainya saja saya tidak keluar saat itu mungkin saja bukan saya saksi matanya, atau mungkin saja temen saya yang bernama Heri itu pergi ke kantor menggunakan kendaraan baru pada hari-hari berikutnya. Maksud saya adalah, pencurian yang nekat itu (karena dilakukan di siang hari) hampir saja berhasil, karena hanya saya saja yang mencurigai aksi pencurian tersebut, padahal teman saya yang saat itu bersama saya sama sekali tidak menyadarinya.

Memasang CCTV tidak bisa mencegah pencurian, karena kecil kemungkinannya dilihat setiap saat. CCTV hanya bisa membuat kita jelas melihat situasi sebenarnya yang terjadi, tapi tidak mencegah pencurian itu sendiri. Saya lebih menyarankan penggunaan kunci atau keamanan tambahan, paling utama dilakukan pada kendaraan masing-masing, atau apabila dibuatkan sistem ticketing bisa lebih aman, walau resiko kecurian tetaplah ada.

Namun, tetap saja kemanan itu bisa diciptakan dari kesadaran setiap orang, maka selalu berhati-hatilah, dan tidak ada salahnya kamu curiga pada setiap orang yang asing yang kamu temui.