Kenapa susah bangga jadi orang Indonesia?

Apa sih bagusnya jadi orang Indonesia? Apa juga yang bisa dibanggain? Kerenan juga tinggal di luar negeri, punya pacar/suami bule, ngomong bahasa inggris, makan steak, jalan-jalan ke luar negeri, dan masih banyak lagi ‘label anti-tanah-air’ yang seolah lebih membanggakan daripada bilang ‘ini tuh lebih indonesia, lebih gue’.

Sejujurnya saya sendiri pernah berpikir begitu. Saya pun penasaran dengan perilaku ‘kurang cinta tanah air’ ini. Kenapa sih kita seolah lebih bangga dengan label ‘luar negeri’ daripada menjadi orang Indonesia sejati? Dan kenapa cinta tanah air itu bukanlah sebuah paham mainstream layaknya K-Pop atau J-Pop?

Menurut saya orang Indonesia itu memiliki pribadi yang sangat terbuka. Kita itu adalah bangsa yang ramah dan cinta damai. Dan kalau dibilang kita itu orang-orangnya santai, itu bener banget. Walaupun akhir-akhir ini kita sering banyak ‘nge-gas’ dengan melakukan aksi-aksi protes dan demo yang bikin negara ini jadi ‘gak santai’ dan berasa keluar dari karakter aslinya. Jadi pribadi yang terlalu terbuka inilah yang menjadikan kita malah kurang berkarakter. Kita jadi tidak menghargai apa yang kita miliki dan lebih mencintai apa yang saat ini sedang ‘nge-tren’. Kita kurang diajarkan falsafah cinta diri dimana itu malah lebih sering dikenal sebagai egois.

Cinta Diri vs Egois

Terus apa sih bedanya antara cinta diri sama egois? Jadi egois itu adalah saat kita lebih mementingkan diri kita sendiri tanpa peduli dengan orang lain. Tidak mau mengantri, tidak mau mendengarkan orang lain dan tidak membuang sampah pada tempatnya itu buat saya adalah sebuah tindakan yang egois karena kita cuma memikirkan kepentingan diri kita sendiri. Dimana cinta diri itu adalah saat dimana diri kita menerima segala kekurangan dan kelebihan kita sendiri dan memanfaatkan sebaik-baiknya semua potensi itu.

Menurut saya cinta diri itu bisa membuat orang tidak egois karena orang yang ‘cinta diri’ tak butuh pengakuan dari orang lain. Karena dia lah sendiri orang yang menghargai kemampuan & kekurangannya, sehingga sadar bahwa dia tak harus merasa lebih baik dari orang lain. Tak harus duluan, tak harus selalu didengarkan dan tahu betapa pentingnya menghargai ruang dengan tidak mengotorinya dengan sembarangan. Saat kita tidak menghargai diri sendiri, kita jadi ingin penghargaan orang lain. Kita tak hanya ingin tapi butuh! Kita harus terlihat hebat, terlihat luar biasa, terlihat sukses tanpa kita punya versi ‘hebat, luar biasa dan sukses’ ala kita sendiri.

Kenapa harus mengikuti standar orang lain? Mengapa kita tidak sadar diri dan paham dimana talenta kita yang sesungguhnya. Jadi kita itu melakukan pekerjaan atau tindakan bukan biar terlihat hebat, tapi karena tahu dengan menggali potensi kita, kita akan bisa lebih banyak membantu, menginspirasi dan banyak berbagi kebaikan ke lebih banyak orang.

Jadi saya mau kembali ke — Apa yang bisa kita banggakan sebagai orang Indonesia? Pertama, kita itu kaya. Tapi layaknya anak yang kaya dari lahir, kita tidak sadar betapa kayanya kita. Kita tidak jaga kekayaannya, kita tidak manfaatkan kekayaan ini untuk kebaikan dan orang banyak. Kedua, alamnya indah dan penuh dengan sumber daya untuk bisa dimanfaatkan. Iya kita masih punya sumber daya manusia yang jauh dari maju, tapi semua kenyamanan bisa didapatkan di Indonesia. Bahkan menurut saya terlalu nyaman. Menjadikan kita sulit untuk mandiri bisa berpikir secara kritis.

Lalu apa yang sesungguhnya kita bisa banggakan? Gimana bila pertanyaan ini kita tanya pada diri kita masing-masing. Apa yang bisa Anda banggakan sebagai orang Indonesia? Apa yang sudah Anda buat untuk negara tercinta Anda ini. Dan apa yang Anda ingin buat untuk membuatnya maju. Sejujurnya ini adalah pertanyaan yang saya senantiasa tanyakan untuk diri saya sendiri setiap saat. Karena saya cinta Indonesia dan semoga bisa membuatnya lebih maju, lebih hebat dan lebih bisa dibanggakan oleh setiap orang yang hidup dan lahir di dalamnya.