Belajar Bisnis dari Ucok Duren
Di Medan ada sebuah toko yang menjual durian hingga 6000 buah duren setiap harinya. Kalau Anda pernah berkunjung ke Medan mungkin Anda sudah tahu toko ini. Toko itu bernama Ucok Durian.

Ceritanya bang Zainal Abidin, sang pemilik itu orang minang bukan orang Medan, sudah 34 tahun bisnis durian. Dulu dia nebeng ruko, jualan di depan bengkel sore ke malem. Dari percakapan itu dia mengaku, bisa jual 6000 duren per hari.
Apa yang bisa dipelajari?

1. Full Service
Toko Ucok Durian buka 24 jam Full Nonstop, kapanpun bisa dikunjungi, bukan grup tempo, kadang buka kadang enggak atau buka kalo lagi musimnya saja sehingga kita tidak tahu percis kapan durian lagi musimnya. Sehingga kita tidak secara tepat juga bisa merencanakan menikmati durian. nah, untuk itu pemiliknya punya prinsip yang kuat sekalli tentang ini.
“Bukalah lebih cepat dari kompetitor, dan Tutuplah lebih lama dari mereka”
2. Terjun Langsung
Sebenernya tidak ada yang salah terjun langsung. Ada penyakit yang ada di pengusaha baru atau menengah yang terlalu menyerahkan customer kepada karyawan, atau sampai merasa jijik dsb.
Sebenernya point yang diyakini betul oleh bang Zainal Abidin, adalah:
Dengan kita terjun langsung sebenernya, kita bisa tahu feedback secara langsung dari konsumen-konsumen yang ada. Kita tau datanya langsung!
Sentuhan langsung dari owner membuat produk jadi dekomoditas. Sehingga customer akan merasakan berbeda dengan produk durian lainnya. Sentuhannya diliat publik menjadi produk itu jadi tidak biasa, bukan suatu komoditi yang commom ada dijual dimana saja dan seterusnya.

3. Royal
Gaji karyawan di Ucok Durian sangat tinggi. Ada yang dibayar per hari ada juga yang perbulan. Ada yang gajinya 2.5–3 juta hanya utuk motong2 durian. Maka tidak heran, timnya sangat loyal. Prinsipnya:
Tidak ada loyalitas tanpa royalitas.
Tidak punya rekening bank sama sekali, kita bisa liat timnya juga sangat cekatan, sangat ramah, dan sangat loyal. Dan menariknya, semua pegawainya akan mendapatkan reward khusus yang bisa memberitahukan ada kebun durian yang buahnya sangat bagus dan berkualitas.
4. Tidak Toleransi tentang Kualitas
Bang ucok tidak toleransi kepada kualitas. Bang ucok akan meng-guarantee yang namanya durian ga enak, langsung diganti kalo pait atau kurang enak.
Bang ucok menolak pak jokowi dateng, karena lagi sepi durian yang bagus dsb. Lagi tidak punya suplai duren yang bagus dsb. Bagaimana beliau menjaga kualitas dari duriannya. Sehingga seorang nomor satu Republik Indonesia pun harus menunggu hingga buah durian yang bagus bisa hadir lagi ke tempat Ucok Durian.

5. Penjual Type Consultant.
Ketika pembeli bertanya dia bisa menjawab semua dari A-Z. Biasanya lebih diminati, yakni bang Ucok adalah pebisnis atau penjual type konsultan.
6. Type orang yang pembelajar.
Dia tau masalahnya apa, dan dia tau juga solusi dari mengatasi masalah tsb seperti apa. Contoh kasusnya adalah, ketika ketemu masalah kalo durian tidak bisa dibawa di airport dsb.
Bang ucok langsung bertanya ke airport, kok durian luar bisa dibawa masuk, durian kita gabisa dibawa keluar. Dijelaskan pihak bandara kalo ada cased yang membuat , duren itu tidak bisa masuk ke pesawat karena pernah seisi pesawat bau durian karena ada yang curi-curi bawa durian.
Akhirnya, bang Ucok nemui formula package duren supaya hilang bau dan aman dibawa ke pesawat. Harus pake berapa kotak, harus di solasi berapa kali dsb. Makanya dia bereksperimen, dan menemukan solusinya dsb.

Hal tersebut sudah dipelajari, dijalani, dan beribu eksperimen dilakukan untuk menyempurnakan bisnis duriannya. Bang Ucok adalah contoh pebisnis yang tidak pernah berhenti untuk terus belajar, terus berinovasi, dan yang terpenting bang Ucok selalu memasang telinga selebar-lebarnya apa saja yang menjadi hal penting untuk customer. Kita doakan semoga bisnis bang Ucok selalu berhasil dan kita bisa belajar banyak dari tulisan ini! Salam
Demikian, Terimakasih! #Cheers #KeepLearning #KeepSharing #DoIt
Narasi: Rachmat Dardiansyah
