Laptop, Smartphone, Tablet… semua gadget itu menjauhkan kita dari benda bernama kertas. Tapi tahukan anda bahwa ada…

7 Kelebihan Kertas Dibanding Gadget


Back in 1996…

“Mat, elo itu apa-apa pake komputer. Bikin paper pake komputer, nyetel lagu pake komputer, nonton VCD pake komputer, nyimpen foto di komputer. Lama-lama kulkas juga pake komputer…”

Hehe… ledekan itu masih saya ingat betul. Lucu juga, karena kalau saya bertemu dia lagi, saya jamin hari ini dia membuat dokumen, menyimpan foto, memutar lagu, dan menonton film di komputer. Lebih dari itu, pasti dia mengobrol (chatting), ledek-ledekan di status, bahkan mungkin berpolitik lewat media sosial ☺hahaha….

Tapi satu hal yang terasa “hilang” adalah kertas. Yap, dulu menulis, mengkonsep, mencatat, menyurati orang, bahkan origami, semuanya pakai kertas.

Origami, a good memory on how a paper can be ☺
Buku mungil dengan cover imut

Back to the old habit

Seminggu ini saya coba balik lagi pakai kertas. Tepatnya memakai buku tulis kecil yang dibeli dari toko pernak-pernik di daerah kemang. And guess what?? Ada banyak keuntungan yang didapat dari sensasi menggunakan buku dan pensil ketimbang laptop, tablet, atau smartphone.

Ini dia keuntungannya…


1. Bebas Gangguan

Menulis di buku aman dari cetang-ceting, bunyi notifikasi facebook, twitter, path, dan makhluk lain sebangsanya. Bebas dari godaan blog dan surat kabar online. Terhindar dari rayuan chatting yang nggak penting. Just do what you need to do, that things will not bother you anymore.

Ritual sebelum bekerja

2. Bebas Duduk Dimana Saja

Seberapa sering kita nggak jadi masuk cafe karena tempat duduk yang ada colokan listriknya sudah dikuasai penghuni lain? Mereka pasti tidak mau berempati pada kita yang baterenya tinggal segaris lagi, dan segera butuh subsidi energi!!! Mau ke cafe sebelah, harganya tidak bersahabat. Kalau salah bertindak, dompet bisa tipis. Kalau keseringan gesek kartu kredit, dijamin berujung defisit.

Telah hilang: Uang gaji sebulan. Ciri-ciri: dompet kosong penuh bon, kartu kredit lewat limit.

Dengan menulis secara manual, kegiatan colok-mencolok bisa sangat diminimalisir. Satu-satunya colokan yang diperlukan hanyalah rautan pensil*

*WHO memberikan peringatan keras untuk menghilangkan kebiasaan mengigit ujung pensil, kecuali kalau anda anggota klub pengerat seperti mickey mouse.

3. Bebas Dari Ketidakstabilan Emosi

Emosi jiwa bisa memuncak saat sinyal segaris dengan koneksi putus-putus kayak orang pacaran tanpa kejelasan status. Wifi ngadat akibat sesajen 2Mbps dikeroyok berjamaah. Dan yang ngaku-ngaku 4G — LTE kayak si B*lt itu, saking lambatnya, lebih cocok di kasih merk Bolot aja deh.

Dengan perangkat buku dan pensil, kita pasti jadi pribadi yang lebih kalem, lembut, dan bersahaja. Emosi ini juga erat kaitannya dengan tagihan akhir bulan anda, karena umumnya harga pensil lebih murah daripada pulsa.

Salah satu temuan terbaru dalam dunia psikologi

4. Bebas Ke Toilet

Pernah kerja sendirian di cafe, lengkap dengan segala laptop tertata indah, lalu kebelet pipis? Trust me, itu keadaan yang sangat dilematis. Saya persilahkan anda merenung sejenak untuk meresapi keadaan ini. *hening*

Meninggalkan laptop di meja amatlah tidak cerdas, menitipkan ke pegawai belum tentu diperhatikan, meninggalkan meja tanpa jejak bisa berakibat kehilangan lapak. Dengan buku, semua masalah pasti berlalu. Tinggal taruh buku di meja agar tidak di-embat penghuni lain. Para maling tidak berminat mengambil buku. Kebanyakan dari mereka trauma dengan buku, karena sewaktu sekolah sering dapat nilai jelek. Itu juga alasan kenapa sekarang mereka jadi maling.

Sedotan panjang merk Pinokio. Salah satu karya saya yang sedang menunggu hak paten

5. Bebas Berekspesi

Pernah bilang kalau tulisan dokter itu jelek? Nah, saking jarangnya nulis, coba tes lagi, apakah tulisan anda bagus? Apa kata anak anda kalau melihat tulisan anda kalah elok dengan teman sekelasnya? Jangan sampai kita harus menyakinkan si kecil bahwa kita pernah lulus SD!!!

Menulis membebaskan ekspresi. Gunakan keterampilan tangan anda, menulis dan latihlah keindahan tipografi, saya doakan agar bisa bikin kaligrafi untuk mengatasi kenaikan harga BBM belakangan ini.

Tulisan dokter yang terkenal itu

6. Bebas Dari Kebutuhan Upgrade

Rasanya baru kemarin beli smartphone baru, kok sekarang udah keluar lagi versi baru yang lebih canggih? Ehm.. fitur barunya sih belum tentu kepakai, tapi minimal kan gue kelihatan keren getooo… *gadaikankompor*

Even batman can’t be cool without gadget

Bandingkan dengan buku tulis yang dari dulu sampai sekarang bentuknya abadi. Tidak ada perasaan khawatir saingan kita bilang, “eh elo bukunya so yesterday banget deh”. Bentuk dan kualitasnya yang abadi ini, kalau kata orang itu namanya eternity, ini soundtrack-nya, silakan dinikmati.

Abadi, seperti daleman buku tulis yang isinya hanya garis-garis

7. Bebas Bergaul

Autisme anda dan gadget bisa membuat anda melewatkan kesempatan mengamati sekitar. Saking asyiknya sama gadget, anda gagal memperhatikan ada cewek cakep kesasar #FAIL. Saking mata melotot ke laptop, anda gagal melihat ada dermawan lagi bagi-bagi amplop #FAIL.

Kuman diseberang lautan tampak (karena pake webcam), gajah di pelupuk mata kehalangan monitor

Seperti halnya rokok, mungkin sebaiknya pemerintah menyusun RUU agar di setiap gadget ditambahkan:

PERINGATAN:
Gadget dapat menyebabkan kantong kering, kekurangan teman, ketidakstabilan emosi, dan gangguan notifikasi.
☺☺☺☺☺☺☺☺
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.