Menyusuri kota sepanjang hari

Kulihat disana langit masih berduka, berbagi kesedihan dengan tanah. Mobil-mobil tua meringkuk dijalanan, patuh pada tuannya. Orang-orang mengikat janji dengan rutinitas yang mengesalkan.

Berjalan tergesa-gesa.

Kata-kata diadu kepada setiap kepala yang tidak mereka sukai. Lelah-pun menyerah. Anjing liar, kucing jalanan, tikus di tong sampah, semuanya tidak bernyawa. Setidaknya untuk pagi ini. Siang nanti adalah kiamat. Dan malam hari kota ini akan bersih. Kosong..

Dan kita yang tidak akan pernah ditemukan atau diceritakan pada suatu pagi, di jalanan kota ini.

Bandungan, 2015

Show your support

Clapping shows how much you appreciated David Edwin Stefandi’s story.