Perilakumu, tabungan masa depanmu.

Sekilas saya kembali dalam masalalu, pengalaman dan cerita cerita disekeliling saya membuat saya belajar lebih mengerti dan mengenal beberapa hal. Teringat cerita teman saya yang mengganggap pacarnya adalah mesin ATM berjalan, jauh dari perilakunya kisaran 2–4tahun kemudian dia mendapati kekasih yang sangat hemat, tapi kekutan cinta mengalahkannya dari kehidupan glamor hingga sekarang yg sederhana. Lain cerita kawan lama yang baru saja berjumpa, dahulu ia seorang yang judes dan galak bahkan ia sering sekali melabrak orang di sekolahnya dan memarahi orang di tempat umum dan sekarang saya lihat ia sekarang dalam kesedihan karena terkadang disepelekan orang sekitarnya, terkadang saya lihat tetiba ia menangis sedih (ga tega rasanya..) cobaan datang silih berganti. Dari cerita 2 kawan lama saya, saya mensimpulkan hidup janganlah asal hidup. Kita tidak akan pernah tahu 1–100000000 tahun kedepan kita akan seperti apa. Mungkin dari kaya sekali bisa jadi miskin sekali atau dari orang yang di hormati bahkan bisa jadi orang yang diasingkan.

Lakukanlah orang lain seperti emas, dijagalah lisanmu dan perilakumu. Mungkin saja mereka yang akan mengangkatmu dari segala kederitaanmu kelak.
A single golf clap? Or a long standing ovation?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.