TIGA DARA: Nunung adalah Kita
Febriana Firdaus
93

Saya hampir suka tulisan Anda, tapi saya beda pendapat dalam beberapa hal.

Pertanyaan kapan menikah jelas mengganggu (apalagi buat yang single) tapi tidak sampai merendahkan seseorang/perempuan, menurut saya. Jangan buat diri jadi merasa rendah hanya karena pertanyaan trivial. Dibawa woles aja~ hehe berani jamin kebanyakan orang yang tanya kapan nikah itu cuma bentuk basa-basi saja.

“…perempuan di Indonesia tidak bisa memilih apa yang ingin mereka raih di masa depannya. Termasuk pasangannya sendiri.

Membiarkan perempuan memiliki pilihan terbuka di Indonesia — terus terang, meski pahit harus saya nyatakan — masih sebuah utopia.”

Hmmm… menurut saya kebebasan perempuan di Indonesia sudah bukan utopia. Mungkin masih ada bidang yang terbatas, tapi hampir di semua bidang, perempuan Indonesia sudah punya perannya. Tapi bukan berarti perempuan sudah ‘merdeka’ di Indonesia. Masih banyak yang menghantui, macam psk, hiv, pernikahan dini, eksploitasi anak, bahkan human trafficking…

Intinya masih belum bebas sepenuhnya, tapi setidaknya sudah tidak separah dulu, sudah memiliki peran, lebih dihargai/dihormati dibanding dulu… sewaktu masih zaman ada aristokrat, apalagi zaman penjajahan... 1 pria punya 3 istri, saat perempuan cuma dianggap sekedar pemuas.., ditambah ada perbudakan.. itu lebih nightmare (mundurnya kejauhan ya? maksud hati mau ambil worst case hehe)

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.