Manajemen Proyek

Salah satu bidang keahlian dari Teknik Industri adalah manajemen proyek, area, dan mutu. Dari segi keilmuan dan matakuliah di kelas pun mereka belajar tentang hal ini. Dari itu kami melihat bahwa ada persamaan diantara manajamen yang ada di lapangan dengan manajamen proyek ini. Maka dari itu kami berusaha mendalami ilmu ini bersama ahlinya, alumni teknik Industri yang sekaligus MWA WM ITB, Muhammad Arya Zamal.

Manajamen Proyek berbicara tentang perencanan, pelaksanaan, serta evaluasi dari proyek tersebut. Dari segi perencanaan ada tiga hal pokok yang harus kita perhatikan pertama tentang Quality, Cost, dan Time. Dari tiga hal ini saling berkaitan. Pertama tentang Quality, yaitu berbicara tentang hal hal mendasar yang digunakan untuk patokan kita bekerja, dan berbicara tentang kualitas dari proyek yang kita kerjakan. Hal-Hal yang filosofis semisal untuk bangunan missal tentang interior, kekuatan bahan baku, eksterior, arsitektur, kekuatan serta ketahanan bangunan. Dalam konteks ini penuh dengan perancangan dan perhitungan yang matang. Jika dikaitkan dengan Peran seorang danlap ya ini adalah tentang materi dan metode, tentang output dan kualitas dari para peserta yang kita inginkan. Kemudian yang kedua tentang Cost, yaitu berhubungan dengan resource atau sumber daya baik Human Capital ataupun non Human Capital. Bagaimana dari proyek ini menggunakan tenaga ahli yang mencukupi sesuai standard serta tentang biaya dari proyek yang seefektif mungkin. Kemudian yang ketiga tentang Time berarti tentang bagaimana waktu ini sebagai batasan kapan proyek ini harus selesai. Dua hal diatas Cost dan Time ini jika dikorelasikan dengan manajamen lapangan yaitu cost tentang ketersedian SDM/panitia yang mendukung keberjalanan acara, tempat, suasana dll. Dan Time jika dikaitkan dengan manajemen lapangan adalah batasan-batasan ketika kita dalam perencanaan seperti peraturan-peraturan. Dari ketiga ini depat berjalan secara parallel dan saling berkaitan. Misalnya tentang dalam pembuatan teknis lapangan maka ketiga komponen lain harus diperhatikan dan dijadikan pertimbangan dalam pembuatan teknis lapangan.

Tahapan selanjutnya mengenai manajemen proyek yaitu tentang pelaksanaan. Pelaksanaan sendiri yaitu bercerita tentang eksekusi dari perencanaan yang telah disusun. Jika dalam teknis lapangan berarti tentang eksekusi teknis lapangan. Seorang komandan Lapangan dalam konteks ini memiliki peran yaitu sebagai komunikator politik yang dalam keberjalanan saat ini perannya dibagi menjadi dua yaitu peran kedalam dan keluar. Kedalam berarti bagaimana caranya komandan lapangan ini sebagai pemimpin di lapangan dan dapat mengorganisir massa dan panitia. Keluar yang berarti tentang bagaimana caranya komandan lapangan ini berhubungan dengan pihak luar seperti pihak keamanan sebagai negosiator, peserta sebagai agitator, evaluator, inspiator yang intinya penyampai kepentingan dari panitia MPAB kepada peserta. Sebenar dalam keilmuan Teknik Industri juga diajarkan tentang P-O-L-C (Planning, Organizing, Leading, dan Controlling. Planning berarti tentang perencanaan seperti yang disampaikan diatas. Oganizing berarti bagaimana seorang danlap ini dapat membuat system pengorganisasian untuk memastikan perencanaan berjalan sebagaimana mestinya. Bentukannya seperti SOP, kode Etik, Manajemen partisipasi. Manajemen Partisipasi semisal metode pendatangan panitia pada saat acara. Yang ketiga bercerita tentang Leading yaitu tahapan paling sulit yang harus diahadapi seoang danlap. Bagaimana caranya seorang danlap ini dapat menyesuaikan kondisi sekitar dengan kebutuhan lapangan ataupun metode lain. Di tahap ini seorang danlap memiliki kapasitas pengetahuan yang lebih disbanding orang biasa. Contoh ketika seorang danlap sedang memimpin forum, bagaimana danlap ini dapat dapat mempertimbangan berbagai aspek di lapangan.

Tahapan manajemen proyek yang terakhir adalah tentang evaluator dan memastikan bahwa sebenarnya qualitas ini dapat dimaksimalkan. Evaluasi ini juga termasuk controlling juga harus penuh perencanaan yang mendalam juga, evaluasi dilakukan dengan mempertimbangan kedua pihak yang terlibat dan harus di evaluasi. Jika dirasa perlu danlap seharusnya memberikan saran kepada mamet atau ketua tentang masukan tentang perbaikan system ini.

Seperti itu tadi tentang manajemen proyek yang dikaitkan dengan manajamen lapangan seorang danlap. Banyak hal yang seharusnya kita dapatkan dan kita bagikan ke orang lain, semoga bermanfaat.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.