RENCANA LAPANGAN

Komandan lapangan jika ditinjau dari namanya saja sudah bercerita banyak bahwa mereka adalah seorang yang memiliki peran di lapangan. Mereka adalah panitia lapangan tidak ada bedanya dengan panitia lapangan yang lain secara tugasnya ketika di lapangan. Mereka bersama-sama dengan panitia lapangan lain memiliki tugas untuk kemudian menerjemahkan konsep acara yang merupakan rangkaian metode untuk menjadi suatu konsep teknis yang dapat diterapkan bersama saat eksekusi. Dengan kata lain komandan lapangan adalah panitia lapangan yang memiliki tanggungjawab dan peran yang lebih ketika bertugas di lapangan baik dalam tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pada tahap evaluasi.

Berbicara mengenai perencanaan seorang komandan lapangan harus merencanakan segala sesuatu yang ada di lapangan dengan cermat dan logis. Jika seorang komandan lapangan gagal membuat perencanaan maka seorang komandan lapangan itu sedang merencanakan kegagalan. Maka dari itu untuk menambah wawasan serta kemampuan kami dalam perencanaan, kami berdiskusi dengan komunitas yang memiliki kemampuan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang baik yaitu Resimen Mahasiswa yang mengadopsi kemampuan militer dalam kegiatannya. Resiman Mahasiswa menganggap bahwa segala perencanaan harus dibuat dalam tertib administrasi yang baik. Hal ini sangat berdampak jika terjadi suatu masalah dikemudian hari, maka dengan tertib administrasi yang baik bisa ditelusuri penyebab dan kronologis masalah itu terjadi, apakah sudah sesuai prosedur atau tidak, sehingga pertanggungjawaban semakin jelas.

Dari beberapa bentuk tertib administrasi di resimen mahasiwa adalah Rencana lapangan, yang merupakan bentukan administrasi terkait teknis pelaksanaan sebuah operasi/kegiatan di lapangan. Dalam Sebuah Rencana Lapangan atau biasa disingkat Renlap terdapat beberapa elemen penting yaitu : terkait dekripsi kegiatan, struktur organisasi, rencana pengamanan, rencana operasi, rencana personalia, rencana logistic, dan rencana territorial.

Pertama tentang gambaran tentang kegiatan biasanya berisi tentang dasar, tujuan dan sasaran, waktu dan tempat, materi dan metode, organisasi pelaksana, tahapan pelaksanaan, dan adiministrasi. Kedua tentang struktur organisasi kegiatan baik secara secara struktural di lembaga sampai fungsional ketika di lapangan. Pada struktur organisasi ini disesuaikan dengan kemampuan manusia ketika mengawasi seseorang hanya optimal sampai 8 orang.

Ketiga mengenai Rencana Pengamanan, dibuat untuk mengamankan personel, materil, dan kegiatan sebelum, saat, dan sesudah kegiatan agar pelaksanaan berjalan, tertib dan lancar sesuai yang direncanakan serta menghindari kemungkinan terburuk dari semua kemungkinan buruk yang dapat terjadi selama kegiatan berlangsung. Dalam rencana pengamanan ini juga dicantumkan mengenai sarana pengamanan (fasilitas yang ada) dan yang paling penting adalah Prosedur Pengamanan sebelum (upaya, yang perlu dilakukan sebelum kegiatan), selama (standart pelaksanaan, penggunaan) dan setelah kegiatan (pengecekan kondisi dan jumlah). Prosedur pengamanan meliputi penyelenggaraan kegiatan, pengamanan personel, pengamanan Logistik, pengamanan daerah kegiatan, Prosedur penangan insiden (Insiden adalah segala kejadian yang berpotensi menyebabkan cidera atau kerusakan pada personil maupun materiil atau gangguan pada penyelenggaraan latihan), penanganan kecelakaan (Kecelakan adalah insiden yang menyebabkan terjadinya cidera atau kematian pada personil atau kerusakan pada logistic), Penanganan kondisi khusus (Kematian, bencanan alam dan konflik).

Keempat mengenai Rencana Operasi, berisi Oleat daerah operasi yang berisi keterangan-keterangan pendukung, lebih lengkap dari sekedar legenda seperti jalur mobilisasi, jalur evakuasi, jalur logistik, dan tempat fasilitas kesehatan. Selain itu dalam rencanana operasi juga terdapat mekanisme operasi yang berisi penjelasan mendetail mengenai setiap kegiatan, waktu beserta durasi dalam bentuk paragraf. Mekanisme operasi merupakan turunan dari jadwal operasi (kalau disipilkan rundown kegiatan).

Kelima mengenai Rencana Personalia, merupakan penjelasan deskripsi dan pembagian kerja dari setiap personil dalam kegiatan. Kemudian keenam adalah Rencana logistik, berisi kebutuhan dan penggunaan barang ketika kegiatan dan anggaran dana. Terakhir adalah Rencana territorial berisi segala hal yang berhubungan dengan pihak luar.

Elemen-elemen diatas inilah yang seharusnya komandan lapangan dapat interpretasikan dari kebutuhan lapangan agar tahapan perencanaan dapat dilakukan dengan sebaik mungkin sehingga mengurangi dan tidak menimbulkan masalah yang signifikan.