2 tahun kita

Selamat 2 tahun pernikahan, Abang sayang.

Terimakasih atas hadiahnya. Hadiah terbaik untukku.

Kau bukan hanya memberiku rumah, tapi juga “rumah”. Sebuah space, yang bagi seorang melankolis-introvert sepertiku, sangat istimewa.

Aku juga menyiapkan sebuah hadiah untukmu.

Mungkin bentuknya bukan sesuatu yang nyata — terlihat, tapi aku sangat berharap kau bisa mendapatkan hasilnya.

Aku menyadari, ilmu yang kumiliki masih jauh dari sempurna. Sejak masa koas dulu, aku menyadari aku harus belajar keras untuk mewujudkan mimpiku; menjadi ibu dari para pejuang istimewa. Maka, dulu aku bersama seorang sahabatku mengejar seorang ibu luarbiasa untuk menyerap ilmu darinya, ke Salatiga. Sepulang dari sana, aku sempat bergabung dengan komunitas beliau di Bandung. Namun karena penyesuaian lokasi, aku tak bisa lagi mengikuti. Lalu kita menikah, dan aku sibuk menyesuaikan diri dengan peran baruku. Aku lupa tentang komunitas itu. Sampai 2 pekan lalu, saat aku menemukan berita kelas matrikulasi untuk para ibu dan calon ibu.

Ya, Institut Ibu Profesional namanya. Aku mendaftar kelas matrikulasinya.

Aku berharap, aku bisa menjadi ibu profesional — ibu terbaik, untuk anak-anak kita kelak. Saat ini, untuk Wafdaa. Semoga dengan begitu, aku bisa membahagiakan Abang dan Wafdaa.

Oh, and please know that I always love you two

16 Mei 2015–16 Mei 2017

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.