Aku, Cinta, dan Tuhan

Pernahkah kamu ingin memulai atau sudah mulai mencintai seseorang, pun hal lain, tapi entah mengapa tidak dikehendaki Tuhan? Perasaan menggebu dan bahagia karena ingin mencinta tiba-tiba saja sirna entah mengapa. Mulai dari hal sepele hingga besar, bahkan tak masuk diakal seakan semesta tidak mengizinkanmu mencicipi sekali lagi manisnya cinta.

Kerinduan mencinta dan dicinta mungkin bikin Tuhan iri. Takut-takut kamu (kembali) jatuh terdalam dan (kembali) lupa pada-Nya. Bukan itu saja, mungkin Ia tahu bahwa kamu hanya akan berujung merasa pilu tiada menahan (kembali). Oh bisa saja mungkin Tuhan tengah menyiapkan rencana lain yang pasti lebih baik ketimbang kamu mencinta dan dicinta dengan dia atau hal yang di sana. Kamu juga memang bisa disuruh fokus ke hal lebih panting lain, ketimbang soal cinta melulu.

Kadang aku heran, mengapa ya tiba-tiba saja tidak ingin mencinta. Padahal sebelumnya sangat ingin. Sering juga aku heran mengapa ada saja hal yang membelokkan atau mematahkan hati supaya mencinta. Mungkin ini memang kehendak Tuhan.

Tapi, apa aku tak boleh saat ini juga merasa mencinta dan dicinta (kembali), oh wahai Tuhanku? Perasaan berbunga-bunga dan syukur atas ciptaan-Mu yang luar biasa indah. Tentang bahagianya diri tersenyum sepanjang hari dan terbawa hingga mimpi.

Semoga Engkau mengizinkanku sekali lagi mencinta dan dicinta oleh ciptaan-Mu tanpa melupakan-Mu.

Like what you read? Give Dewi Rachmanita Syiam a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.