Eksis di Primajasa

Hobi bolak-balik saya dari Jatinangor-Jakarta dan sebaliknya nampaknya tidak hanya disadari teman sepermainan. Bukan juga hanya teman di media sosial. Namun, para kenek dan supir bis Primajasa.

Sore ini saya pulang ke kos di Jatinangor dari Pasar Rebo. Diantar orang rumah sehabis acara cucurak alias makan dan maaf-maafan di Bogor. Sekitar pukul empat sore saya bergegas naik Primajasa jurusan Garut-Lb. Bulus. Semua biasa saja, yang agak berbeda hanya arus lalu lintas yang lancar terutama di Bekasi dan Karawang.

Ada yang menarik di Primajasa ini. Saat menjelang turun di Cileunyi, kenek menyapa saya.

“Neng, udah balik lagi aja,” ujar kenek itu
“Hehe iya, Mang. Hafal aja,” balas saya
“Ya hafal atuh.”

Ini bukan kali pertama saya dikenali di Primajasa, tapi beberapa kali. Biasanya saya tidak sadar, malah Mang Kenek atau supir yang sadar duluan tentang saya. Kadang malah saya iya-iya saja.

Entah mengapa saya jadi dikenal para orang itu. Mungkin karena saya senang ngobrol dengan mereka kalau sedang di jalan. Ya sekadar basa basi, bertanya arus lalu lintas. Kadang lebih dari itu sampai ujaran doa agar saya sukses sampai selesai kuliah.

Saya memang senang ngobrol dan menikmati cerita dari orang. Bagi saya, tiap orang pasti memiliki kisah pengalaman di sepatunya masing-masing yang menarik. Seringkali pula saya belajar dari banyak orang, pun dari kenek dan supir bis Primajasa di perjalanan.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.