Malam Pertama
#JalanBarengDewi kali ini dengan kereta Gaya Baru Malam dari Jakarta menuju Surabaya. Menjelang keberangkatan menuju Kota Tual, Maluku, saya dan teman-teman bertandang ke rumah Anggrit sebelum ke Pelabuhan Tanjung Perak.
Kerir 65L dan tas selempang menjadi bekal saya dalam perjalanan kali ini. Tak sendiri, kini saya berangkat dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Wonokromo bersama tiga teman lain dalam naungan program Social Expedition ke Kota Tual, Maluku.
Bego
Hal konyol sudah terjadi, bahkan satu hari sebelum keberangkatan kereta. Pada 19 Juli lalu, saya sudah buru-buru menuju Stasiun Pasar Senen dengan gojek-transjakarta-gojek takut ketinggalan kereta di jam padat. Saya lekas print tiket dan mengantre untuk masuk kereta. Saat dilakukan pengecekan ternyata saya salah hari. Teman saya rupanya sudah mengganti jadwal kereta dan saya tak sadar akan hal itu. Alhasil malu dan jadi bahan ceng-cengan satu keluarga saat kembali ke rumah.
Syukurnya, 20 Juli hari yang tepat sesuai jadwal kereta tidak ada hal konyol terjadi. Saya bertandang ke Stasiun Senen pukul 07.00 masih dengan gojek-transjakarta-gojek dan sampai sana pukul 08.50.
Gaya Baru Malam
Kereta berangkat pukul 10.15. Saya duduk di kursi 16C. Seberang saya seorang bapak yang akan turun di Madiun. Sepanjang jalan ia lebih banyak tidur dan pergi entah ke mana.
Perjalanan ini agak berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Lebih dingin dari perjalanan lainnya. Lebih pegal juga. Lebih pusing juga. Selain itu, kerir tidak sebanyak kereta-kereta lain yang pernah saya naiki.
Namun, tetap ada hal-hal yang sama, yakni tentang obrolan dan anak kecil. Sepanjang jalan banyak bicara tentang masa depan dan aktivitas sehari-hari. Sepanjang jalan juga anak-anak kecil berseliweran. Mereka acap kali mampi ke kursi sekadar main.
Sejatinya, di tiket kami harus turun di Stasiun Gubeng. Namun, jarak ke rumah Anggrit-tempat saya dan teman-teman menginap lebih dekat dari Stasiun Wonokromo. Jadi, sesampainya di Stasiun Wonokromo sekitar pukul 01.20 bergegas pesan grab mobil dan meluncur ke rumah Anggrit di daerah Taman Jati. Kami pun sampai dan disambut Anggrit dirumahnya hampir pukul 2 pagi. Tak lama kami beristirahat dengan badan penuh rasa pegal dan linu.
