Pertengahan November

Sekitar 1.5 bulan lagi 2017 akan habis. Apa yang telah berlalu selama ini? Dan apa yang akan terjadi di sisa tahun ini?

Malam ini saya tumbang. Setelah hampir dua bulan tiap minggu bolak-balik Jakarta-Jatinangor akhirnya tubuh ini tak kuasa menahan lelah.

Lelah ini saya sinyalir tak serta merta hanya karena mobilitas dan berkaitan dengan fisik belaka. Tapi, jauh lebih dari itu ialah batin.

Hampir satu tahun ini banyak up and down dalam hidup. Mungkin seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, tahun ini sungguh berbeda. Paling berat soal keluarga dan perkuliahan yang banyak bertabrakan dengan idealisme. Belum lagi rasa ingin melepas lelah dan “pulang” itu makin terasa.

Pada dini hari ini,

saya bergerak ke berbagai media sosial. Hanya untuk memastikan siapa saja yang masih terjaga atau yang baru terbangun dari mimpi-mimpi di alam bawah sadar.

Dalam dinginnya Jatinangor saya merindu “rumah”. Ingin lekas-lekas berkeluh kesah. Ingin lekas-lekas melepas penat. Ingin lekas-lekas tertidur pulas dalam pelukan dan memimpikan sisa 2017 ini akan berakhir indah karena telah kembali “pulang”.

Semoga cepat bertemu denganmu, rumah. Di manapun kamu, siapapun kamu, seperti apapun kamu. Cepatlah datang.

Like what you read? Give Dewi Rachmanita Syiam a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.