Pencarian Cintamu

Gemericik hujan memecah kesunyian
Mengaburkan malam ke dimensi lain
Yang tersisa hanyalah kekosongan
Dari sebuah coretan ba’it-ba’it kehidupan

Aku berbisik kepada angin
Tentang suatu hal dari dunia
Namun ia malah membisu
Berlalu tanpa seba’it katapun dan ia menujuh padang ilalang
 Di sana ia berteriak
Menertawakan ku dengan nada riang
Menceritakan sebuah kisah pada alam
Tentang seorang makhluk yang terlihat aneh

Ah,,, aku terlihat lelah dan
Mungkin juga aneh
Namun aku tetap berjalan
Mengikuti jalan setapak seraya bertanya pada siapapun.

Sempat aku juga berteriak
Menanyakan pada sang waktu
Tentang sebuah hakikat
Bagaimana ia mengalir dalam ruang
Membiarkan cinta menjadi racun

Ah,,, bagaimana aku harus mencari
Sosok sempurna dari pada dunia
Sedang sang nurani membisik dengan pelan
Tentang dunia yang hanya sesaat.

Wahai Rabb-ku
Wahai Tuan-ku
Haruskah aku terlena akan dunia
Dan membiarkan hatiku kosong akan cinta-Mu

Ataukah aku harus Menjual cinta-Mu
Yang selalu terlihat nyata
Dengan keindahan dunia
Yang begitu menyilaukan pandangan mata

Ah,,, tidak Tuan-ku
Sebab yang aku tahu
Bahwa Engkau lebih mengetahui
Tentang diri ini
Diri yang selalu gemetar
Dikala Nama dan kekuasaan-Mu di utarakan

Oh,,, Tuhan-ku
Aku tahu Kau lebih indah
Dari jutaan bunga mawar
Wangimu lebih semerbak
Dari kesturi dunia

Wahai Tuhan-ku
Aku juga tahu
Bahwa ketulusan embun
Yang rela jatuh demi kesuburan bumi
Atau sang mentari yang rela tenggelam
Agar malam dapat merebahkan sayap-sayapnya

Dan juga
Kisah cinta yang digubah
Oleh berjuta-juta makhluk di luar sana
Namun, itu semua tidaklah
Sebanding dengan cinta dan ketulusan yang Engkau curahkan
Dari dulu, detik ini dan sampai nanti

Wahai Rabb-ku
Haruskah aku terus mencari
Hakikat cinta Mu.
Sedang pengetuanku masih kosong akan Zat Mu??!!

Dedi kurniawan
Minggu 30 Okt. 2016