Untukmu Kekasihku Aisyah

Ingin rasanya ku tulis berjuta-juta puisi untukmu
Seseorang yang paling ku cintai
Seseorang yang terlambat datang dalam hidupku
Seseorang yang datang dikala orang lain memaksaku untuk mencintainya

Ingin rasanya ku tulis puisi-puisi itu sayang
Dan menyandungkan sya’ir-sya’ir-nya di hadapanmu
Sebagai bukti atas cintaku padamu
Ingin sekali aku membacakanya
Sebagai pertanda bahwa aku betul-betul menginginkan dirimu

Ingin sekali rasanya
Tapi entah kenapa
Waktu seakan-akan melarangku
Dan membatasi langkah-langkahku disaat berjalan menujumu
Serta berusaha menjauhkanmu dari hidupku

Waktu seolah-olah ingin memisahkan kita
Menghalangiku untuk memilikimu
Ia membawamu pergi jauh dari hidupku
Dan tampak terlihat
Bahwa kejadianya semakin hari semakin nyata
Semakin hari semakin pula kau menjauh dari diriku

Kini aku tidak mampu lagi berkata apa-apa
Apalagi untuk bercerita banyak
Tentang perasaanku
Hanya kesedihan dan juga air mata
Yang tersisa dalam hidupku

Kini kau semakin jauh
Menjauh dari hidupku
Namun disisi lain, aku juga sadar
Bahwa yang membuatmu menjauh
Bukan karena keinginanmu
Bukan sama sekali


Aku sadar
Bahwa kau menjauh atas dasar dia
Dia yang telah merebutku dari tanganmu
Dia yang merebutku dengan cara yang sama sekali tidak wajar
Dialah yang menyebabkanmu pergi dari hidupku

Untukmu seseorang yang tiba-tiba datang dalam hidupku
Ingin sekali rasanya ku curahkan perasaanku di hadapanmu
Menceritakan masa-masa indah dikala aku jatuh cinta
Menceritakan saat-saat di mana aku pertamakali mengagumi keindahanmu
Ingin sekali rasanya,,, kekasihku

Tapi mungkin itu hanyalah khayalanku
Impianku yang mungkin tidak akan pernah tersampaikan
Tidak akan pernah menjadi kenyataan
Aku tahu itu

Sebab bagaimana mungkin kau mau menemuiku
Bagaimana mungkin kau akan mau bertemu denganku
Seseorang yang telah menyakiti hatimu
Seseorang yang telah ingkar atas cintamu
Itu tak-kan mungkin

Tidak akan mungkin kau mau menemaniku
Barang sehari saja
Ataupun satu jam
Dan mungkin juga satu menit
Kau tidak akan mungkin mau

Maafkan aku kekasihku
Maafkan aku
Bagaimanapun caranya
Aku akan tetap mengungkapkan perasaanku
Walaupun ungkapan itu mungkin tidak akan sampai ke telingamu
Dan walaupun ungkapan itu tidak sampai ke pendengaranmu

Dan mungkin juga tidak akan mampu
Mengetuk pintu hatimu

Aku tahu
Bahwa hatimu telah terlanjur sakit
Sakit karena telah mencintaiku
Terlalu cepat percaya sama orang asing baru kau kenal
Kau sakit karena harus melepaskanku
Kehilanganku dalam waktu yang sangat singkat

Kini waktu memaksamu Menjauh dariku
Melangkah pergi dari hidupku
Mungkin untuk selamanya
Dan tidak akan pernah kembali

Tapi, sebelum kau pergi
Aku mohon
Dengarkan satu kata saja dariku
Dari orang yang telah menyakitimu

Untuk segala-sesuatu yang telah terjadi dalam hidupmu
Semenjak aku hadir
Kau harus tahu, bahwa itu semua
Tidak pernah sesekali aku merencanakanya
Tidak pernah sesekali terbesik dalam hatiku 
Untuk melukaimu

Apalagi dengan sengaja menyakitimu
Membuatmu kecewa
Aku tidak pernah berencana untuk datang dan pergi
Dengan semau-mau hatiku
Tidak, tidak pernah sama sekali

Aku tidak pernah berkata bohong tentang perasaanku
Yang sempat aku curahkan padamu
Aku juga tidak pernah berkata dusta
Tentang cinta yang ada dalam hatiku
Tidak pernah sama sekali

Semua yang ku berikan itu
Adalah bentuk ketulusanku padamu
Dan semua yang sempat aku curahkan
Adalah bukti nyata dari keikhlasan cintaku

Itu semua karena aku mencintaimu
Dan tetap begitu
Untuk selamanya
Untuk sisa hidupku

Aku akan selalu mengatakan bahwa aku mencintaimu
Itulah sumpahku
Sumpak yang telah digubah oleh lidah dan bibirku
Sumpak yang ku tujukan pada diriku
Dan juga pada Tuhan-ku

Untuk-mu Aisyah-ku

Dedi Kurniawan
Selasa, 03 Januari 2017