2017, Transaksi Tanpa Uang Tunai Makin Ramai

Rachmatunnisa — detikinet

Kamis, 15/12/2016 17:11 WIB

Foto: Thinkstock

Jakarta — Dari data yang dilansir Bank Indonesia (BI) jumlah nilai transaksi uang elektronik di Indonesia meningkat dari Rp 5,28 triliun di 2015 menjadi Rp 5,49 triliun di 2016. Sementara angka itu akan kian meningkat seiring kian agresifnya para pemain teknologi finansial alias fintech.

“Di 2017 dan seterusnya, peran fintech akan semakin luas di berbagai lini ekonomi dan akan terus diperlukan karena memudahkan konsumen bertransaksi dan inovasinya yang tanggap akan kebutuhan pasar,” ujar CEO DIMO Pay Indonesia Brata Rafly di Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Saat ditemui dalam media gathering di restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, DIMO yang ikut menggeluti bisnis fintech itu melihat banyak perubahaan kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi.

Apalagi berbagai layanan mobile wallet terus menginvasi pasar Indonesia. Mendorong transaksi tanpa uang tunai menjadi tujuan utamanya. DIMO pun tak mau ketinggalan ambil bagian.

Brata Rafly optimistis, kehadiran DIMO di ekosistem fintech Indonesia bisa ikut berkontribusi meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat Indonesia pada 2017 nanti.

“Saya lihat ke depannya ini sangat promising. Di samping karena dukungan pemerintahnya juga yang sedang menggiatkan literasi keuangan digital, generasi milenial yang sangat mobile dan mulai terbiasa dengan cashless experience, kami sangat optimistis,” sebutnya.

Optimisme ini juga didorong perkembangan industri fintech sepanjang 2016. Mengutip data BI, Brata menyebutkan bahwa jelang akhir 2016 saja, tercatat nilai volume transaksi uang elektronik di Indonesia mencapai 537.588.334 transaksi. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya di angka 535.579.528 transaksi.

Foto: detikINET/Rachmatunnisa

DIMO sendiri adalah perusahaan yang berdiri sejak 2014, yang menyediakan solusi pembayaran berbasis mobile Pay by QR, yakni cukup dengan memindai QR Code menggunakan smartphone.

Cara kerja Pay by QR adalah menghubungkan akun mobile wallet atau mobile banking pengguna, dengan merchant yang nantinya akan menyediakan opsi pembayaran Pay by QR.

Ketika akan melakukan transaksi, dengan memilih opsi Pay by QR, pengguna akan diberikan tampilan QR code yang bisa dipindah menggunakan smartphone. Ketika pemindaian sukses, maka transaksi berhasil dilakukan.

Saat ini, sudah ada lebih dari 4.000 merchant yang dapat melayani pembelian lewat Pay by QR dengan rekening uang virtual.

Selain itu, beberapa vending machine atau mesin penjual minuman yang ada di Jabodetabek juga dapat melayani pembayaran tersebut. Merchant tersebut terdiri dari berbagai kategori mulai dari makanan dan minuman hingga layanan e-commerce sekelas Lazada.

DIMO sudah menggandeng sekitar 15 mobile wallet issuers atau source of funds. Fitur pembayaran Pay by QR sejauh ini sudah bisa ditemui di berbagai aplikasi mobile banking dan uang elektronik seperti Dompetku (Indosat), Uangku (Smartfren), Simobi (Bank Sinarmas), T-Money (Telkom), Doku Wallet dan lainnya.

“Pay by QR tak hanya bisa dipakai di merchant besar saja tapi juga bisa sampai ke pedagang kecil seperti UKM. Mereka bisa beli gorengan misalnya, asal ada smartphone dan punya akun mobile wallet yang sudah terhubung dengan kita, pilih opsi payment Pay by QR, pakai ponsel bayarnya. Ke depannya kita yakin bakal banyak seperti ini,” tutupnya. (rou/rou)

Baca Juga disini Http://www.tutorialservis.com/

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Dedi R Rainer’s story.