Ada saat-saat ketika aku begitu telaten merawatnya, sampul dan segala jejak waktu dan harga.

Tahun-tahun kemudian, sampul tak lagi kuhiraukan, hanya sekedar memberi jejak kepemilikan dan waktu yang selalu kuwajibkan.

Lalu kebiasaan baru muncul, aku suka menunda-nunda untuk membuhuhi sesuatu walau sekedar nama. Hingga terlupa dan waktu pun kehilangan jejaknya.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.