6 Ide Renovasi Rumah ala Before and After di Jepang

Image for post
Image for post

Momen tahun baru bisa digunakan sebagai kesempatan untuk mengubah suasana rumah, yang mungkin sudah beberapa tahun lamanya tidak pernah diganti. Banyak ahli yang berpendapat bahwa suasana rumah yang berubah bisa menyuntikkan semangat baru dalam kehidupan. Entah itu melakukan renovasi rumah, atau sekadar mengubah dekorasi, tentu bisa bermanfaat sebagai penyemangat di tahun yang baru.

Terlebih, pandemi membuat semua orang menghabiskan lebih banyak waktunya di rumah, daripada sebelumnya.

Nah, beberapa minggu terakhir ini saya selalu terngiang-ngiang akan tayangan renovasi rumah di Jepang bernama Before and After. Acara TV yang tayang di chanel Wakuwaku Japan hampir setiap hari ini bukan acara TV biasa, melainkan film dokumenter yang menceritakan proses seluruh renovasi rumahnya. Meski ini acara lama, namun ide-ide di tiap eposodenya sangat segar dan sangat mind-opening, sehingga sangat bisa untuk diterapkan jika kita punya angan-angan untuk merenovasi rumah di awal tahun ini. Acara dimulai dari rekaman studio dimana ada pembawa acara dan beberapa panelis yang akan menonton video si pemilik rumah yang meminta bantuan untuk merenovasi rumah mereka. Di sini, si pemilik rumah menceritakan segala keluhan selama tinggal di rumah lama dan harapannya akan rumah baru yang lebih nyaman. Kemudian para panelis akan memberikan komentarnya, lalu Sang Master (julukan bagi arsitek profesional di acara Before and After) didatangkan untuk melihat rumah dan keseharian para pemilik rumah, agar bisa melihat cara hidup mereka yang lama beserta kesulitan yang mereka hadapi sehari-hari. Dari sini, Master akan mulai merencanakan solusi renovasi rumah untuk mereka. Uniknya, di acara Before and After ini, para pemilik rumah akan membicarakan budget mereka di awal, sehingga dengan dana yang minim sekalipun, sang Master akan menjawab tantangan renovasi rumah dari Before and After semaksimal mungkin, mengeksplorasi ruang agar lebih efisien, dengan budget terbatas. Banyak hal-hal yang menyentuh hati selama saya menyaksikan tayangan ini. Misalnya betapa semua Master (arsitek) di acara ini sangat memperhatikan kebutuhan dari setiap anggota keluarga di sana, sehingga hasil renovasinya pun terasa sangat personal dan tak jarang membuat para pemilik rumah dan anggota keluarganya menitikkan air mata saking terharunya. Di beberapa episode spesial, saya bahkan menemukan banyak kalimat seperti, “Kau membuatku ingin hidup lebih lama lagi di dunia karena rumah ini”, ujar seorang nenek berusia 90 tahun yang rumah keluarganya sudah berusia 100 tahun lebih. Atau, “Terima kasih, Anda memikirkan saya dengan sangat baik”, dan, “Kau membuat ini semua seolah-olah kami ada di sini, terima kasih”.

Wuihh… membuat hati terasa hangat.

Namun bukan hal ini saja yang membuat tayangan Before and After terasa spesial. Ide-ide yang dibuat oleh para arsitek Jepang untuk rumah-rumah yang direnovasi ini juga sangat keren. Modern, namun juga khas Jepang.

Nah, buat kalian yang berniat mengubah suasana rumah dengan sedikit renovasi, ide-ide dari acara TV Before and After mungkin bisa dicontek.

  1. Pencahayaan alami
Image for post
Image for post

Sepertinya membuat rumah mendapatkan pencahayaan alami menjadi suatu keharusan bagi para Master, untuk setiap rumah yang mereka kerjakan. Saya sering menyaksikan para Master di acara ini melakukan berbagai cara, seperti mengubah arah rumah, baik pintu, jendela maupun letak ruangan jika diperlukan, atau meninggikan plafon agar rumah mendapat cahaya maksimal dari luar. Ada sebuah kasus di salah satu episode, dimana rumah yang direnovasi sangat sempit namun berlantai tiga, sehingga cahaya hanya akan mengenai lantai teratas saja. Sang arsitek saat itu membuat tidak segan-segan melubangi plafon dan dinding yang ada di lantai tiga dan dua agar cahaya bisa leluasa masuk hingga lantai 1. Suasana ruangan lantai satu pun menjadi lebih ceria karena adanya cahaya matahari.

Hmmm.. Sepertinya sangat bisa diterapkan di perumahan padat huni seperti kebanyakan rumah di Indonesia juga, kan?

Image for post
Image for post

2. Kayu

Image for post
Image for post

Orang Jepang suka sekali memasukkan kayu dalam semua elemen di rumah mereka. Mau itu rangka rumah, lantai, plafon, dinding, pintu geser, tangga, hingga perabot rumah, hampir semua terbuat dari kayu.

Ternyata alasan utama elemen kayu selalu ada di setiap rumah di Jepang adalah karena seluruh wilayah Jepang rawan gempa dan kayu bisa meminimalkan kerusakan akibat gempa. Konon, tukang kayu di Jepang disebut-sebut sebagai seniman kayu tingkat tinggi karena pengetahuan dan keahlian mereka dalam mengolah kayu menjadi fungsional, namun sangat detail sehingga bernilai estetik tinggi. Bahan kayu sendiri memberi kesan hangat, menarik, dan bernilai estetik tinggi. Menambahkan unsur kayu seperti di Jepang dalam dekorasi ataupun renovasi rumah kita, sepertinya bisa memberi nilai estetik lebih.

3. Bahan Alami

Image for post
Image for post
Image for post
Image for post

Saya sempat terkejut di beberapa episode Before and After, dimana para arsitek menggunakan bahan-bahan alami dalam mengerjakan proyek renovasi rumah mereka. Misalnya menggunakan kapur dari cangkang kerang dan dicampur dengan air rebusan rumput laut sebagai bahan campuran untuk melapisi dinding rumah agar lebih kuat, tahan lama dan tahan api. Sang Master mengaku bahwa ada banyak bahan rumput laut dan kerang di Jepang, yang terkenal sebagai negara penghasil dan penikmat boga bahari terbesar di dunia, sehingga sayang jika tidak dimanfaatkan. Sungguh kearifan lokal yang dijaga benar oleh Sang Master. Bahkan di suatu episode spesial, dimana klien yang meminta renovasi, tinggal di suatu apartemen di kota Paris, sang arsitek memanfaatkan batu alami dari Perancis untuk membuat perapian hangat dan tahan lama, agar arsitektur Jepang dan Perancis bisa menyatu dengan baik. Luar biasa idenya. Dari sini kita bisa menerapkan ide pemakaian bahan alami dari alam di sekitar kita untuk merenovasi atau dekorasi rumah. Pasti lebih fresh dan unik!

4. Daur Ulang

Image for post
Image for post

Keistimewaan dari para Master di acara Before and After adalah seringnya mereka memanfaatkan bahan-bahan lama untuk membuat sesuatu yang baru. Misalnya, jika kayu-kayu dari rumah yang akan direnovasi masih cukup bagus, Sang Master akan menggunakannya kembali untuk membuat pagar, kursi, tangga, atau hal lain. Biasanya pada saat proses perkenalan, Sang Master bisa tahu barang-barang mana yang bernilai historia bagi si pemilik rumah. Dari sini Sang Master akan menyimpan dan menggunakannya ulang untuk sebagai dekorasi atau perabot rumah tangga fungsional dalam desainnya. Pernah di suatu episode, Sang Master mengumpulkan serbuk kayu yang dianggap tidak bernilai, untuk dijadikan insulator di bawah rangka lantai, untuk mencegah kelembaban masuk ke lantai kayu. Pada edisi spesial di Paris, Master yang lain juga memanfaatkan tutup botol wine dari pohon ek gabus sebagai insulator saat merenovasi apartemen, untuk meredam suara berisik dari dan ke luar. Sesuatu yang mind blowing, buat saya.

Pernah juga di suatu episode renovasi rumah di suatu desa, tembok dari tanah liat dirobohkan, dihancurkan, dicampur ulang, dan dibuat untuk membangun tembok lagi. Beberapa kali juga funitur lama seperti pintu yang estetik atau peti kenangan yang disimpan di gudang, didaur ulang menjadi meja makan atau lemari buku baru. Sungguh kreatif dan membangkitkan kenangan lama, kan? Ide ini sepertinya mudah untuk kita terapkan untuk mengganti suasana interior rumah.

5. Perabot multifungsi

Image for post
Image for post
Image for post
Image for post

Nah kalau yang satu ini, orang Jepang jagonya. Di acara Before and After, banyak sekali perabot rumah yang dibuat custom alias khusus untuk si pemilik rumah. Misalnya, karena sempitnya rumah, sang Master dengan kreatif memanfaatkan barang-barang di rumah agar memiliki banyak fungsi. Contohnya kursi makan yang bisa dibuka penutupnya untuk dijadikan penyimpanan buku atau mainan anak. Jika tidak digunakan untuk makan, meja dan kursi dapat didorong ke arah lemari, agar ruangan menjadi leluasa dan bisa dimanfaatkan untuk tempat tidur tamu. Tentu semua sudah dirancang sedemikian rupa oleh Sang Master agar fungsi masing-masing perabot bisa maksimal. Pernah juga Master lain membuatkan kitchen set untuk seorang guru Bahasa Inggris, yang jika ditutup, bisa dijadikan papan tulis. Hal ini dibuat agar si guru dan para siswanya bisa belajar Bahasa Inggris di dapur. Wastafel dan meja makan di tengah dapur juga bisa ditutup dengan papan agar bisa digunakan sebagai meja tulis dan belajar. Ruang sempit di bawah tangga juga bisa dimanfaatkan untuk menyimpan kopor, mantel hangat, bahkan menyimpan sayuran dan buah yang diawetkan, dengan membuat lemari beroda yang mudah ditarik keluar dan dikembalikan ke tempat semula. Saya bahkan pernah menonton satu episode dimana lantai kayu di bawah meja makan bisa dibuka dan digeser sebagai tempat penyimpanan bahan makanan si pemilik rumah, karena sempitnya rumah. Semua ini dibuat khusus dan tidak bisa ditemukan di toko perabot. Boleh juga idenya!

6. Personal

Image for post
Image for post
Image for post
Image for post

Apa yang menarik dari acara Before and After ini? Tentu saja karena renovasi di sini dibuat khusus dan personal untuk si pemilik rumah dan anggota keluarganya, dengan segala keinginan dan senilai dana yang mereka miliki. Misalnya apartemen sempit 1 kamar yang harus direnovasi karena tambahan 2 anak di keluarga mereka. Sang arsitek menambahkan 1 kamar yang bisa disekat hanya dengan tambahan partisi dinding, namun membuatnya dua sisinya sangat personal sesuai usia masing-masing anak. Pernah juga di satu episode, arsitek mengubah rumah seorang ibu yang sudah tidak kuat lagi untuk menaikkan cucian di lantai 2, dengan membuatkannya ruang terbuka kecil di tengah rumah, agar si ibu bisa menjemur pakaian di bawah terik matahari sekaligus menjemur diri sebentar di sana.

Image for post
Image for post
Image for post
Image for post

Atau, keluarga yang harus merawat paman mereka yang mengalami lumpuh sebagian di sebelah kanan, sehingga arsiteknya membuat kamar tidur, kamar mandi, dan furniture yang bisa diakses dengan pegangan di sebelah kiri agar sang paman bisa mandiri menggunakan alat-alat rumah tangga di sana. Ah, bijaksana sekali kan, cara mereka merenovasi masing-masing rumah?

Saya jadi terpikir untuk merenovasi rumah seiring dengan makin besarnya anak-anak juga nih!

Nah, itu dia 6 ide renovasi rumah ala Before and After di Jepang. Jadi makin tidak sabar untuk mengubah suasana rumah deh sekarang.

*d

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store