KALAHKAN SPIRITED AWAY, KIMETSU NO YAIBA KINI JADI ANIME TERLARIS DI JEPANG

Image for post
Image for post
sumber: Cinema 21

Sebagai pecinta film-film animasi besutan Studio Ghibli, mendengar berita bahwa Spirited Away dikalahkan oleh anime Kimetsu No Yaiba, tentu menggelitik rasa penasaran saya. Padahal selama 19 tahun, Spirited Away memegang rekor sebagai film animasi terlaris sepanjang masa di Jepang, dengan total penghasilan sepuluh miliar yen dalam 25 hari, dilansir dari Wikipedia. Bahkan film ini juga sempat memenangkan piala Oscar di tahun 2002 sebagai Film Animasi Terbaik dan menjadi anime pertama yang memenangkan penghargaan tersebut. Sedangkan film Kimetsu No Yaiba atau Demon Slayer dalam Bahasa Inggris ini, berhasil meraup 10 miliar yen dalam waktu sepuluh hari saja!

Ini tentu sebuah rekor besar, mengingat sampai saat ini pun, bioskop-bioskop di Jepang masih terus menanyangkannya, sehingga penghasilannya juga masih akan terus bertambah.

Saya sendiri sebetulnya tidak asing dengan Kimetsu No Yaiba karena beberapa kali pernah menonton versi serial televisinya, bahkan sempat melakukan fandub dengan beberapa rekan saya di komunitas voice over dan dubber. Lalu bagaimana sih jalan cerita anime yang sedang hits ini? Karena film ini belum tayang di Indonesia, maka saya belum menontonnya. Namun membaca sinopsis filmnya, cerita masih akan sama dengan serial televisinya. Jalan cerita serial televisi Kimetsu No Yaiba (yang juga diangkat dari komik yang berjudul sama) dimulai dari tokoh utamanya yaitu Tanjiro, seorang anak laki-laki yang menjadi pembantai iblis karena seuruh anggota keluarganya terbunuh oleh iblis, bahkan adiknya pun berubah menjadi iblis.

Melansir dari penerbit Shueisha Inc, komik serial Kimetsu No Yaiba yang dibuat oleh Koyoharu Gotouge ini terdiri dari 22 jilid dan telah terjual sekitar 100 juta eksemplar. Setelah dijadikan serial televisi, popularitas anime ini makin meroket. Berkat Netflix, popularitas anime Kimetsu No Yaiba menjadi global. Pecinta anime di seluruh dunia memberi ulasan menarik mengenai serial anime yang mulai ditayangkan 2019 lalu ini. Saya kini membayangkan, bagaimana film animasi ini bisa meraih penghasilan tertinggi di Jepang, sementara seluruh jaringan bioskop di seluruh dunia sedang terdampak pandemi?

Melansir dari surat kabar Jepang, Asahi Shimbun, jaringan bioskop terbesar di Jepang, Toho, memutar film tersebut sebanyak 42 kali di Shinjuku. Beberapa bioskop lain juga menjadwalkan lebih dari 40 penanyangan – hanya dalam satu hari. Rupanya di Jepang sana tidak banyak film lain yang ditayangakan, mengingat puluhan film yang ditunda tanggal perilisannya. Jadi, wajar saja jika bioskop Jepang memanfaatkan peluang emas dari film Kimetsu No Yaiba ini untuk menarik penonton kembali.

Saya sendiri sebagai penyuka anime, tidak sabar menunggu penayangannya di Indonesia sekitar 6 Januari 2021 (dilansir dari akun tix.id), meski hati masih sangat was-was mengingat kondisi pandemi di negara kita.

Lalu bagaimana cerita Spirited Away, anime yang “tersingkirkan” oleh Kimetsu No Yaiba, setelah 19 tahun mendapat gelar sebagai anime terlaris sepanjang masa?

Saya “menemukan” Spirited Away sekitar 7 tahun yang lalu secara tidak sengaja, ketika Disney Chanel menayangkannya selama 3 hari Minggu berturut-turut. Spirited Away bercerita tentang anak SD bernama Chihiro yang pindah ke desa bersama kedua orang tuanya dan terjebak di suatu tempat yang ternyata adalah dunia roh dan makhluk-makhluk fantasi. Chihiro berusaha menyelamatkan kedua orang tuanya yang berubah menjadi babi karena memakan makanan untuk para roh. Di sinilah awal petualangan Chihiro yang harus bekerja kepada Yubaba, seorang penyihir penguasa desa roh, dengan dibantu oleh Haku, seorang dewa sungai berwujud anak laki-laki. Banyak sekali budaya Jepang yang bisa dilihat di sini, begitu pula pelajaran berharga di dalam ceritanya. Film-film Studio Ghibil memang cocok dijadikan tontonan bersama keluarga, dengan animasi dua dimensi yang detail dan memesona, jalan cerita yang sederhana namun unik tiada duanya, membuat penontonnya terkena anime fever tanpa disadari, hehehe..

Bagi yang tidak punya rencana akhir tahun kemana-mana, saran saya tontonlah film-film Studio Ghibli bersama keluarga, seperti My Neighbour Totoro, Ponyo, Secret Life of Arriety, Porco Rosso, My Neighbour Yamada, dan sebagainya.

Dijamin ketagihan!

*d

Written by

A storyteller

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store