Les Jours Tranquilles

Pernahkah Anda merasa merasa sangat emosional ketika mendengarkan sebuah lagu?

Saya mencoba mengingat-ingat, kapan hal ini pernah terjadi pada saya sebelumnya. Saya tidak bisa mengingatnya. Saya hanya merasakan feel dari sebuah lagu saja, misalnya penyanyinya sedang kasmaran, berbunga-bunga, atau sedang patah hati. Ya saya bisa merasakannya, namun tak pernah tersentuh, apalagi merasa emosional.

Termyata dari beberapa momen yang jarang itu, adalah ketika saya berada di dalam mobil dan kereta, sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat.

Saya menduga, banyak yang pernah merasakan betapa sebuah lagu bisa terasa lebih “ngena” feel-nya ketika didengarkan di dalam mobil, kereta, atau pesawat. Kenapa demikian? Karena beberapa kali, saya pernah melihatnya dengan mata kepala sendiri.

Saya teringat akan teman saya yang biasanya sangat kalem dan introvert, tiba-tiba bisa terlihat ekspresif, bernyanyi dengan mimik wajah sedih dan hampir menangis, sambil melamun di samping jendela mobil saat mendengarkan lagu dengan earset di telinganya. Atau saudara sepupu saya yang berubah sok jadi model video klip yang menghayati perannya, begitu earphone ditancapkan di telinganya? Entah lagu apa yang didengarkannya, semua itu hanya saya lihat di perjalanan kami naik mobil dan kereta api.

Entahlah, saya merasa ada sesuatu tentang perjalanan yang membuat musik terasa begitu magical, bagi sebagian orang sehingga membuat mereka terlihat “berbeda”.

Namun saya sendiri tidak pernah benar-benar tersentuh mendengarkan sebuah lagu, hingga saya mendengar lagu Les Jours Tranquilles, di mobil bersama suami, pada suatu malam.

Waktu itu beliau mematikan radio di mobil dan berkata, “Coba dengar lagu ini, aku ingin sekali bisa memainkan lagu ini pakai gitar di rumah”.

Beliau pun menyalakan musik dari HP-nya.

Seketika hati saya terasa bergemuruh, sejak saya mendengar nada pertamanya. Entah mengapa lagu ini begitu mengaduk-aduk emosi saya. Rasa sedih, kehilangan, rindu yang teramat sangat, terharu, sekaligus perasaan tenang, hadir di ruangan pribadi saya, bernama hati ini. Air mata pertama saya menetes kurang dari 30 detik lagu ini diputar.

Saya merasa ini gila. Saya tidak pernah sedemikian terombang-ambing dalam mendengarkan lagu, yang bahkan saya tidak tahu artinya, hingga saat ini. Lagipula lagu ini diciptakan tanpa lirik, bagaimana bisa menyentuh sampai ke perasaan terdalam saya? Nada-nada melankolisnya namun tegas dalam lagu ini, membangkitkan segala perasaan yang pernah saya rasakan: sedih, kehilangan, tentram, dan ketenangan di saat bersamaan.

Memasuki menit ke-2 mendengarkan melodi Les Jours Transquilles, muncul potongan-potongan wajah di kepala saya. Potongan kejadian, bersitan perasaan yang pernah saya rasa, mengalir dengan deras seperti rekaman film panjang tiada henti. Wajah ibu, almarhum ayah saya, suami saya, saudara saya, bahkan orang-orang yang telah lama saya kenal tapi sudah meninggal. Potongan memori pernikahan saya, meninggalnya ayah saya, kelinci saya yang mati 25 tahun lalu, kelahiran anak-anak, hingga gambar bunga pertama yang diberikan suami saya pada saya. Random, tapi membuat saya mengalirkan air mata banyak sekali. Saya tersenyum kemudian terisak. Lalu isakan berganti menjadi tangisan. Tangis mereda, lalu terbitlah tawa kecil.

Sungguh momentum yang tak terduga. Lagu berdurasi hampir 6 menit ini pun selesai. Saya menjadi malu sendiri pada suami saya. Apa yang terjadi dengan saya? Perasaan saya seperti tercabik antara malu, lega, ingin berkomentar, namun tak bisa berkata-kata.

Suami saya diam saja. Setelah lagu selesai, beliau bertanya, “Dahsyat ya?”

Saya hanya mengiyakan saja, karena masih malu, hehehe..

Mungkin bagi banyak orang, saya lebay. Tidak apa. Saya coba mengingat hari itu. Saya tidak sedang PMS, yang biasanya membuat mood-swing bagi sebagian perempuan. Saya juga tidak sedang mengalami kesedihan atau kegagalan. Saya jadi bingung, bagaimana bisa sebuah lagu bisa menyentuh seperti itu? Malam itu saya tidak mendapat jawaban.

Esoknya, saya memutuskan untuk mendengarkan lagu itu lagi. Saya masih merasakan emosi yang sama seperti semalam, meski tidak sampai bercucuran air mata. Lagu ini masih memberi efek perasaan yang meluap-luap dari dalam diri saya. Dan saya tak juga menemukan apa arti dari Les Jours Tranquilles, yang ternyata karya seniman bernama Andre Gagnon ini. Maka dari itu, saya ajak siapapun yang membaca cerita ini, beri tahu saya apa arti judul lagunya, jika Anda mengerti. Lalu tolong dengarkan lagu ini dan ceritakan bagaimana perasaan Anda setelahnya.

*d

Written by

A storyteller

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store